Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Tamoxifen general_alomedika 2026-10-14T09:24:50+07:00 2026-10-14T09:24:50+07:00
Tamoxifen
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Tamoxifen

Oleh :
dr. Ricky Dosan
Share To Social Media:

Penggunaan tamoxifen pada ibu hamil tidak dianjurkan, demikian pula pada ibu yang sedang menyusui. Obat ini masuk kategori D oleh FDA. Pada ibu menyusui, tamoxifen telah dikaitkan dengan penekanan prolaktin.[2,4,6]

Penggunaan pada Kehamilan

Tamoxifen dikategorikan D oleh FDA yang mana berarti terdapat bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya.[2,6]

Menurut TGA, tamoxifen masuk dalam kategori B3 yang berarti obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin. Penelitian pada hewan menunjukkan bukti peningkatan angka kejadian gangguan janin hewan coba. Pada manusia, gangguan janin akibat obat kategori ini masih belum dapat ditentukan.[7]

Pada wanita hamil, tamoxifen dan metabolitnya berinteraksi dengan jaringan embrionik dan fetus sehingga dapat menimbulkan efek teratogenik. Berdasarkan salah satu studi pada manusia didapatkan 16 bayi dengan malformasi kongenital dan 122 bayi lainnya tanpa malformasi kongenital. AstraZeneca Safety Database melaporkan 11 kejadian malformasi kongenital dari 44 bayi, disertai 18 fetal loss dan 3 stillbirth.

Terdapat pula laporan kasus bayi dengan sindrom Goldenhar dan Pierre Robin Sequence dalam pemberian tamoxifen pada kehamilan. Berbagai panduan mengkontraindikasikan penggunaan tamoxifen dalam kehamilan dan menggunakan kondom hingga 2 bulan setelah penghentian tamoxifen oleh karena pemanjangan waktu paruh dari metabolitnya.[4,14,15]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Tamoxifen tidak dianjurkan digunakan pada ibu menyusui. Pada suatu laporan, kadar tamoxifen dalam ASI meningkat secara bertahap selama penggunaan 20 mg/hari, dan metabolit aktif seperti 4-hydroxytamoxifen dan Z-endoxifen juga terdeteksi serta meningkat dari waktu ke waktu.

Meskipun belum terdapat laporan yang memadai mengenai efek langsung pada bayi yang mendapat ASI, keberadaan obat dan metabolit aktif dalam ASI menimbulkan potensi risiko sehingga menyusui sebaiknya dihindari selama ibu memerlukan terapi tamoxifen.

Selain itu, tamoxifen diketahui dapat menekan laktasi dan produksi ASI, bahkan telah menunjukkan efek supresi laktasi yang lebih besar dibandingkan plasebo dalam beberapa penelitian pada ibu postpartum. Oleh karena itu, apabila tamoxifen diperlukan untuk terapi kanker payudara, ibu perlu mendapatkan konseling mengenai penghentian menyusui dan penggunaan alternatif pemberian nutrisi untuk bayi.[16]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

2. Medscape. Tamoxifen. 2026. https://reference.medscape.com/drug/nolvadex-soltamox-tamoxifen-342183
4. ASHP. Tamoxifen (Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/tamoxifen.html
6. MIMS. Tamoxifen. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tamoxifen?mtype=generic
7. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
14. Jyoti B, Bharat C, Ankita N, Munita B, Sudeep G. Pregnancy on Tamoxifen: Case-report and Review of Literature. In: South Asian J Cancer. 2016;5(4):209-10.
15. Tamoxifen Pregnancy and Breastfeeding Warnings. Drugs.com. 2026. https://www.drugs.com/pregnancy/tamoxifen.html
16. Drugs and Lactation Database (LactMed®). Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Tamoxifen. 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501106/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Ta...

Artikel Terkait

  • Keamanan Jangka Panjang Kehamilan Pasca Kanker Payudara
    Keamanan Jangka Panjang Kehamilan Pasca Kanker Payudara
  • Red Flags Nyeri Payudara
    Red Flags Nyeri Payudara
  • Red Flags Benjolan di Axilla
    Red Flags Benjolan di Axilla
  • Hubungan Fitoestrogen dengan Kanker Payudara
    Hubungan Fitoestrogen dengan Kanker Payudara
  • Perbandingan Breast Conserving Surgery dan Mastektomi bagi Pasien Kanker Payudara
    Perbandingan Breast Conserving Surgery dan Mastektomi bagi Pasien Kanker Payudara

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 18 Mei 2026, 11:12
Mamografi Rutin: Kebutuhan atau Berlebihan?!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Pasien perempuan berusia 45 tahun datang untuk konsultasi terkait hasil mamografi. Pada hasil ditemukan adanya tumor jinak tetapi bukan kanker....
Anonymous
Dibalas 28 Desember 2025, 14:00
Diagnosis Banding Benjolan di Payudara pada 30 tahun
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo dokter, saya ada pasien usia 30 thnn...Keluhannya benjolan di payudara yg timbul mendadak, tidak nyeri, tidak demam...Saya palpasi mmng ada massa,...
Anonymous
Dibalas 29 Oktober 2025, 07:35
Rencana Terapi untuk Invasive Papillary Ca Mammae untuk Pasien usia 55 tahun
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Pasien setelah terdiagnosis tumor mammae T2N0Mx susp maligna dan dilakukan biopsi eksisi didapatkan hasil Invasive Papillary Ca Mammae. Mohon...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.