Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Methylcobalamin (Mecobalamine) general_alomedika 2024-02-22T14:12:53+07:00 2024-02-22T14:12:53+07:00
Methylcobalamin (Mecobalamine)
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Methylcobalamin (Mecobalamine)

Oleh :
dr. Virly Isella
Share To Social Media:

Pengawasan klinis yang perlu diperhatikan pada saat pemberian methylcobalamin adalah terkait perbaikan gejala defisiensi vitamin B12 dan potensi efek samping methylcobalamin. Secara umum methylcobalamin dapat ditoleransi dengan baik bahkan pada pemberian yang melebihi dosis rekomendasi. Meski demikian, efek samping seperti diare transien, urtikaria, hingga anafilaksis dan kematian pernah dilaporkan.

Selain itu, kadar kalium perlu diperiksa berkala karena pemberian vitamin B12 pada kondisi anemia megaloblastik dapat menyebabkan hipokalemia. Hipokalemia terjadi akibat meningkatnya kebutuhan kalium pada saat proses pemulihan eritropoesis pada anemia megaloblastik yang sedang diterapi dengan vitamin B12.

Parameter lain yang perlu diperhatikan adalah kadar retikulosit dan hematokrit. Hitung retikulosit dapat meningkat setelah 3-4 hari dan dapat mencapai kadar puncak setelah satu minggu.[1,2]

 

Direvisi oleh: dr. Gabriela Widjaja

Referensi

1. PubChem. Bethesda (MD): National Library of Medicine (US), National Center for Biotechnology Information; 2024. PubChem Compound Summary for CID 123134034, Methylcobalamin. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Methylcobalamin
2. Sil A, Kumar H, Mondal RD, et al. A randomized, open labeled study comparing the serum levels of cobalamin after three doses of 500 μg vs. a single dose methylcobalamin of 1500 mcg in patients with peripheral neuropathy. Korean J Pain. 2018;31(3):183-190. doi:10.3344/kjp.2018.31.3.183

Kontraindikasi dan Peringatan Me...

Artikel Terkait

  • Rute Pemberian Suplementasi Vitamin B12 pada Pasien Defisiensi Vitamin B12
    Rute Pemberian Suplementasi Vitamin B12 pada Pasien Defisiensi Vitamin B12
  • Dampak Peresepan Vitamin B Kompleks secara Berlebihan
    Dampak Peresepan Vitamin B Kompleks secara Berlebihan
  • Vitamin B12 untuk Neuropati Diabetik: Bermanfaat atau Tidak
    Vitamin B12 untuk Neuropati Diabetik: Bermanfaat atau Tidak
  • Stop Meresepkan Vitamin B Secara Berlebihan
    Stop Meresepkan Vitamin B Secara Berlebihan
  • Faktor Risiko Defisiensi Vitamin B12 Akibat Metformin
    Faktor Risiko Defisiensi Vitamin B12 Akibat Metformin

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 30 Oktober 2026, 13:36
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 30 Oktober 2026, 10:33
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 30 Oktober 2026, 14:09
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.