Epidemiologi Syringoma
Data epidemiologi memperkirakan bahwa syringoma mengenai sekitar 1% populasi dunia. Penyakit ini memiliki kecenderungan lebih tinggi pada pasien dengan sindrom tertentu, seperti sindrom Down dan sindrom Ehlers-Danlos.[1,2,4]
Global
Secara global, syringoma mengenai sekitar 1% total populasi. Kondisi ini paling sering muncul pada usia dewasa muda, terutama pada orang dengan keturunan Asia.
Sebagian besar kasus syringoma terjadi secara sporadis, namun ada pula yang diturunkan dalam keluarga atau familial. Angka kejadian syringoma lebih tinggi pada penderita sindrom Down (trisomi 21), serta sindrom Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan.[1,4]
Pada pasien sindrom Down, kejadian syringoma dilaporkan pada 18-40% kasus. Syringoma pada populasi ini paling sering ditemukan di area periorbital.[4]
Indonesia
Belum ada data epidemiologi syringoma yang tersedia di Indonesia.
Mortalitas
Syringoma pada dasarnya merupakan tumor jinak dari kelenjar keringat ekrin yang tidak menyebabkan mortalitas dan hampir tidak pernah menimbulkan morbiditas serius secara medis. Dampak yang muncul lebih bersifat kosmetik dan psikososial, terutama bila lesi multipel atau terletak di area wajah seperti periorbital, sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri dan kualitas hidup.[4]