Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Syringoma annisa-meidina 2026-06-10T15:50:39+07:00 2026-06-10T15:50:39+07:00
Syringoma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Syringoma

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Penatalaksanaan syringoma tidak diperlukan, tetapi intervensi umumnya dilakukan dengan alasan kosmetik atau untuk evaluasi histopatologi pada kasus yang menunjukkan kecurigaan ke arah keganasan. Tujuan terapi adalah menghancurkan tumor dengan mengupayakan jaringan parut minimal dan tanpa kekambuhan.[4]

Untuk syringoma lokal, terapi laser CO₂ dianggap sebagai pengobatan lini pertama, namun tetap membawa risiko kekambuhan lesi dan jaringan parut. Pada varian generalisata, efektivitas metode ini diragukan. Pilihan pengobatan topikal meliputi penggunaan tretinoin, adapalene, takalsitol, dan atropin 1%, terutama pada kasus yang disertai dengan pruritus.[20]

Terapi Topikal

Tretinoin topikal digunakan untuk mengobati syringoma, dan aplikasi topikal atropin digunakan untuk meredakan gatal. Aplikasi topikal adelmidrol dan kanabinoid semisintetik ditemukan bermanfaat pada kasus syringoma vulva raksasa. Obat ini diduga bekerja melalui down-regulasi aktivasi sel mast. Asam trikloroasetat dapat digunakan dengan cara yang mirip dengan chemical peel.[4]

Tretinoin Topikal

Tretinoin topikal dilaporkan memberikan respons baik pada satu pasien dengan syringoma eruptif. Obat ini umumnya diindikasikan untuk mengatasi acne vulgaris (jerawat) dan kerutan pada kulit. Mekanisme kerjanya meliputi penghambatan pembentukan mikrokomedo, penurunan daya rekat sel keratinosit di folikel kelenjar minyak sehingga memudahkan pengelupasan sel mati, serta memiliki sifat anti-inflamasi.[4,7]

Dalam penggunaannya secara topikal, pasien diinstruksikan untuk mengoleskan tretinoin sebesar kacang polong secara tipis pada area kulit yang diobati, diaplikasikan 20 menit setelah kulit dibersihkan dan dikeringkan sepenuhnya. Area bibir dan tepat di bawah mata harus dihindari, serta pasien perlu melindungi diri dari paparan sinar UV.[4]

Asam Trikloroasetat

Asam trikloroasetat topikal umumnya diindikasikan untuk mengatasi kondiloma (kutil kelamin). Mekanisme kerjanya bersifat keratolitik, yaitu menginduksi pengelupasan (deskuamasi) ketika diaplikasikan pada epitel yang mengalami penandukan (cornified epithelium). Efek ini membantu menghancurkan jaringan lesi secara bertahap.[4]

Atropin

Atropin topikal 1% dilaporkan dapat meredakan gejala gatal hebat dalam hitungan hari dan mengurangi ukuran lesi pada satu pasien.[7]

Terapi Oral

Terapi oral untuk syringoma dapat menggunakan isotretinoin oral dan asitretin. Isotretinoin oral memberikan hasil yang tidak konsisten, yaitu dua pasien menunjukkan respons memuaskan, sementara satu pasien lainnya tidak mendapat manfaat.[4,7]

Asitretin

Asitretin adalah analog asam retinoat yang umumnya diindikasikan untuk psoriasis dengan dosis 25-50 mg per oral sekali sehari. Selain itu, secara off-label asitretin juga digunakan untuk penyakit Darier, palmoplantar pustulosis, liken planus, dan sindrom Sjogren-Larsson.[4]

Mekanisme kerjanya sebagai analog asam retinoat, yang berperan mengatur proliferasi dan diferensiasi sel keratinosit, sehingga efektif mengurangi pembentukan plak psoriasis dan lesi kulit hiperkeratotik lainnya.[4]

Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat retinoid yang umumnya diindikasikan untuk acne nodular berat pada pasien yang tidak hamil dan tidak responsif terhadap terapi konvensional, termasuk antibiotik sistemik. Mekanisme kerjanya adalah menghambat fungsi kelenjar sebasea (kelenjar minyak) dan keratinisasi.

Cara pemberian oral yaitu kapsul harus ditelan utuh dengan segelas air penuh untuk mengurangi iritasi esofagus. Konsumsi bersama makanan dapat meningkatkan absorpsi pada beberapa formulasi.[4]

Injeksi Intradermal

Injeksi intradermal toksin botulinum A sebagai terapi tunggal untuk syringoma dilaporkan berhasil pada beberapa kasus. Penggunaan agen ini dalam kombinasi dengan terapi laser erbium:yttrium-aluminum-garnet (Er:YAG) ditemukan efektif untuk mengobati syringoma lokal dalam sebuah studi.[4]

Mekanisme pasti bagaimana toksin botulinum A bekerja pada syringoma tidak diketahui. Meski demikian, diduga toksin botulinum A dapat menimbulkan blokade terminal kolinergik dengan menghambat SNAP-25 dari kompleks SNARE, sehingga menghambat pelepasan asetilkolin dari vesikel sitoplasma ujung saraf.

Hasilnya adalah kemodenervasi saraf kolinergik, sehingga menargetkan kontrol otonom kelenjar keringat ekrin. Mengingat syringoma adalah tumor yang berasal dari kelenjar ini, hal ini dapat menjelaskan hasil klinis yang diperoleh.[21,22]

Terapi Laser Fraksional Nonablatif

Studi kasus pada 8 pasien syringoma wajah menunjukkan bahwa terapi laser fraksional nonablatif 1550-nm efektif dan aman. Sebanyak 22 sesi dilakukan (rata-rata 2,75 sesi per pasien). Skor keparahan syringoma (PSSI) menurun signifikan dari 4,00 menjadi 2,88. Lima dari delapan pasien (62,5%) mencapai perbaikan sedang hingga nyata, dan korelasi positif kuat ditemukan antara jumlah sesi laser dengan tingkat perbaikan klinis.

Tidak ditemukan jaringan parut atau perubahan warna kulit pasca-terapi. Efek samping hanya berupa edema sementara yang sembuh rata-rata dalam 13,7 hari. Meski demikian, perlu dicatat bahwa studi ini memiliki sampel yang sangat kecil sehingga kualitas buktinya masih kurang baik.[23]

Laser CO2

Laser CO₂ adalah terapi laser ablasi yang paling banyak digunakan. Metode pinhole dan multiple drilling menggunakan laser CO₂ menghasilkan hasil kosmetik yang baik dengan efek samping minimal. Laser fraksional mengurangi waktu pemulihan dan komplikasi dibandingkan dengan laser nonfraksional. Laser fraksional nonablatif lebih menguntungkan dalam hal kemudahan operasi, efek samping minimal, dan masa pemulihan dibandingkan dengan laser ablasi.[24]

Laser CO₂ sering disertai dengan efek samping seperti jaringan parut dan perubahan warna kulit. Studi klinis sebelumnya yang mengevaluasi laser CO₂ mengungkapkan bahwa pendekatan ablasi fraksional mengakibatkan eritema pascaperawatan rata-rata selama 16,67 hari, krusta rata-rata selama 5,87 hari, dan hiperpigmentasi pada 14,3% pasien. [22]

Erbium Yttrium Aluminium Garnet (Er:YAG) Laser

Laser Er:YAG digunakan untuk mengobati nevus epidermal dan xanthoma, serta untuk menghilangkan tato, dengan laporan hasil yang positif. Penggunaannya dalam pengobatan syringoma juga telah dilaporkan.[25]

Kerusakan termal setelah perawatan Er:YAG terbatas pada lapisan yang sangat tipis yaitu dengan ketebalan hanya 10–15% dari ketebalan kerusakan yang disebabkan oleh laser CO₂. Oleh karena itu, dibandingkan dengan modalitas lain, pengangkatan syringoma yang sangat presisi dan tanpa merusak lapisan yang lebih dalam dianggap mungkin dilakukan dengan menggunakan laser Er:YAG.[25]

Referensi

4. Shea CR., Elston DM. Syringoma. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/1059871-overview
7. Yahya H. Generalized Eruptive Syringoma in a Nigerian Woman: A Case Report and a Brief Literature Review. Nigerian Journal of Clinical Practice. Wolters Kluwer Medknow Publications; 2021. pp. 1252–1254. DOI:10.4103/njcp.njcp_438_19
20. Stawczyk-Macieja M., Szczerkowska-Dobosz A., Błażewicz I., Nowicki R., Biernat W. Generalized eruptive syringoma with poor clinical response to systemic treatment with acitretin. JDDG - Journal of the German Society of Dermatology. Wiley-VCH Verlag; 1 March 2017; 15(3): 325–326. DOI:10.1111/ddg.12800
21. Zaldivar-Fujigaki JL., Achell Nava L. Botulinum toxin A as monotherapy for syringoma. Journal of Cosmetic Dermatology. Blackwell Publishing Ltd; 2021; 20(5): 1393–1395. DOI:10.1111/jocd.13919
22. Budiawan SH., Arimuko A., Norawati L., Madjid A., Widita W. Treatment of periorbital syringomas with intradermal botulinum toxin A monotherapy versus carbon dioxide laser: a case report. Acta Dermatovenerologica Alpina, Pannonica et Adriatica. Slovene Medical Society; 2023; 32(1): 17–18. DOI:10.15570/actaapa.2023.4
23. Kim TM., Kwon S young., Cho S. Evaluation of the Efficacy and Safety of Nonablative 1550-nm Fractional Laser for Facial Syringoma: A Case Series Study. Dermatologic Therapy. John Wiley and Sons Inc; 2025; 2025(1). DOI:10.1155/dth/6337375
24. Alsaidan MS. Efficacy and safety of lasers in treating syringomas: a review of the literature. Journal of Dermatological Treatment. 2022; 33(8): 3127–3135.
25. Kitano Y. Erbium YAG laser treatment of periorbital syringomas by using the multiple ovoid-shape ablation method. Journal of Cosmetic and Laser Therapy. Taylor and Francis Ltd; 2016; 18(5): 280–285. DOI:10.3109/14764172.2016.1157361

Diagnosis Syringoma
Prognosis Syringoma

Artikel Terkait

  • Terapi Laser pada Xanthelasma
    Terapi Laser pada Xanthelasma
  • Terapi Terkini Xanthelasma Palpebrarum
    Terapi Terkini Xanthelasma Palpebrarum
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 22 Januari 2025, 07:12
Bintik pada Kelopak Mata Bertahun-Tahun
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien perempuan berusia 27 tahun datang ke klinik dengan keluhan ada bintik di kelopak mata tidak terasa nyeri, cukup banyak....
dr.Yusman Akbar
Dibalas 03 September 2019, 07:38
Apakah bintik di wajah ini Xanthelasma dan bagaimana terapinya
Oleh: dr.Yusman Akbar
14 Balasan
Ijin bertanya sejawat semua, apakah ini xhantelasma atau apa yaa, terapi obat apakah bisa atau kauterisasi? Terimakasih atas masukan sejawat semua

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.