Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Mesenteric Adenitis annisa-meidina 2026-06-10T14:52:14+07:00 2026-06-10T14:52:14+07:00
Mesenteric Adenitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Mesenteric Adenitis

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Diagnosis mesenteric adenitis perlu dicurigai pada pasien, terutama anak atau remaja, yang datang dengan nyeri perut kanan bawah menyerupai apendisitis, disertai demam ringan, mual, muntah, atau riwayat infeksi saluran napas atas atau gastrointestinal sebelumnya. Diagnosis dapat dikonfirmasi melalui pencitraan seperti ultrasonografi atau CT scan abdomen yang menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika tanpa tanda peradangan apendiks.[1,4,8]

Anamnesis

Pada anamnesis, mesenteric adenitis umumnya ditandai dengan nyeri perut yang sering berlokasi di kuadran kanan bawah dan dapat menyerupai apendisitis akut. Nyeri dapat bersifat tumpul atau kolik, sering disertai demam ringan, mual, muntah, dan kadang diare. Banyak pasien, terutama anak dan remaja, juga melaporkan riwayat infeksi sebelumnya, seperti infeksi saluran pernapasan atas atau gastroenteritis.

Selain itu, pasien dapat mengeluhkan gejala sistemik ringan seperti malaise dan penurunan nafsu makan. Riwayat perjalanan penyakit yang relatif lebih ringan dan tidak cepat memburuk dibandingkan apendisitis dapat membantu membedakan keduanya. Tidak adanya gejala khas komplikasi abdomen akut seperti nyeri hebat mendadak atau tanda peritonitis juga membantu membedakan dari penyebab nyeri perut akut lain.[1,3,17,18]

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik, mesenteric adenitis umumnya menunjukkan nyeri tekan di kuadran kanan bawah abdomen yang dapat menyerupai apendisitis, namun biasanya dengan intensitas yang lebih ringan. Nyeri tekan sering bersifat difus di area mesogastrium hingga kanan bawah, tanpa defans muskular yang jelas. Tanda vital dapat menunjukkan demam ringan, tetapi kondisi umum pasien biasanya masih cukup baik dan tidak tampak toksik berat.

Selain itu, tanda-tanda iritasi peritoneum seperti nyeri lepas (rebound tenderness) dan rigiditas biasanya minimal atau tidak ditemukan, sehingga membantu membedakan dari penyebab akut abdomen lain yang lebih berat. Pada beberapa kasus, dapat ditemukan limfadenopati perifer atau tanda infeksi sebelumnya seperti faringitis.[1,17]

Diagnosis Banding

Beberapa diagnosis banding penting pada mesenteric adenitis meliputi apendisitis akut, gastroenteritis akut, intususepsi, dan infeksi saluran kemih.

Apendisitis Akut

Apendisitis akut merupakan diagnosis banding utama karena lokasi nyeri yang sama, yaitu di kuadran kanan bawah abdomen. Secara klinis, nyeri pada apendisitis bersifat progresif, disertai mual, muntah, serta tanda iritasi peritoneum seperti rebound tenderness dan defans muskular.

Pada pencitraan didapatkan apendiks yang membesar (>6 mm), dinding menebal, dan adanya tanda inflamasi periapendiks. Sebaliknya, pada mesenteric adenitis didapatkan apendiks normal dengan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika, sehingga dapat menyingkirkan apendisitis.[3,5,19,20]

Gastroenteritis Akut

Gastroenteritis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus, maupun bakteri seperti Yersinia enterocolitica, Yersinia pseudotuberculosis, Salmonella spp., Escherichia coli, dan Streptococcus spp. Gejala utama berupa diare yang disertai muntah, demam, dan nyeri abdomen difus.

Pada pemeriksaan penunjang, tidak ditemukan kelainan spesifik pada pencitraan abdomen. Pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan tanda dehidrasi atau gangguan elektrolit, sedangkan pemeriksaan feses dapat membantu mengidentifikasi agen infeksi.[1,8,21]

Intususepsi

Intususepsi merupakan kondisi invaginasi segmen usus ke dalam segmen usus lainnya, yang pada anak sering bersifat idiopatik atau berkaitan dengan hiperplasia jaringan limfoid. Secara klinis, kondisi ini ditandai dengan nyeri perut kolik yang hebat dan bersifat intermiten, disertai muntah, serta feses currant jelly akibat campuran darah dan mukus. Ultrasonografi abdomen menunjukkan target sign atau donut sign.[14,15,22]

Pemeriksaan Penunjang

Pencitraan seperti ultrasonografi (USG) abdomen dan CT scan abdomen dapat membantu membedakan mesenteric adenitis dari diagnosis banding akut abdomen lainnya.[1,14,19]

Ultrasonografi (USG)

USG abdomen dapat menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika, dengan temuan ≥3 nodus dengan diameter >5–8 mm, terutama di kuadran kanan bawah abdomen. USG juga memperlihatkan apendiks dalam batas normal, yang menjadi kunci untuk menyingkirkan diagnosis banding apendisitis akut. Kadang dapat ditemukan penebalan ringan dinding usus atau peningkatan vaskularisasi di sekitar mesenterium, namun tanpa tanda inflamasi apendiks.

Keunggulan USG dalam kasus mesenteric adenitis adalah sebagai pemeriksaan noninvasif, tanpa radiasi, dan mudah diakses. USG juga bisa digunakan untuk membedakan mesenteric adenitis dari apendisitis akut, sehingga dapat mencegah tindakan pembedahan yang tidak diperlukan.[1,14,15,19]

CT Scan

CT scan abdomen bisa menunjukkan pembesaran multipel kelenjar getah bening mesenterika, terutama di regio kuadran kanan bawah, dengan diameter umumnya ≥5 mm serta peningkatan densitas jaringan lemak mesenterium (fat stranding ringan) serta kadang penebalan ringan dinding usus, namun tanpa gambaran inflamasi signifikan pada organ intraabdomen lain. Temuan ini membantu membedakan dari kondisi bedah akut, terutama apendisitis.[1,4,19]

Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium pada mesenteric adenitis bersifat nonspesifik. Pada pemeriksaan bisa ditemukan leukositosis ringan hingga sedang, serta peningkatan C-reactive protein (CRP) dan laju endap darah (LED) dalam derajat ringan. Nilai yang sangat tinggi lebih mengarah ke apendisitis akut.[1,3,4,8,9,17]

Referensi

1. Otto M, Nagalli S. Mesenteric Adenitis. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560822/
3. Pokhrel M. Acute appendicitis and acute mesenteric adenitis in children: Are they clinically distinguishable? Journal of Kathmandu Medical College, 2020. 8(4), 200–205. https://www.nepjol.info/index.php/JKMC/article/view/32385/25607
4. Putrus AS, Cagir B. Mesenteric lymphadenitis: Overview. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/181162-overview#a7
5. El-Reshaid K, Al-Bader S, MarkovaZ, Mesenteric lymphadenitis; a common diagnostic mimic to acute appendicitis. With radiology it is no more a diagnosis of exclusion, laparoscopy or surgery,Journal of Drug Delivery and Therapeutics. 2021; 11(2):55-57. http://dx.doi.org/10.22270/jddt.v11i2.4590
8. Roque, C. de F., Araújo, I. F. M., Guimarães, L. K. R., et al. Defining aspects of mesenteric lymphadenitis: A rare and underexplored condition. Research, Society and Development, 2024. 13(8), e13813846716. https://doi.org/10.33448/rsd-v13i8.46716.
9. Brindha S, Kumar RS, Shirley, A. S., et al. Etiology and clinical profile of mesenteric lymphadenitis in children. International Journal of Academic Medicine and Pharmacy, 2024. 6(1), 187–190. https://academicmed.org/Uploads/Volume6Issue1/36.%20[2201.%20JAMP_Alph%20Shirley]%20187-190.pdf
13. Mahboobi, L., & Sandoghchian Shotorbani, B. Age and gender related differences in the prevalence of mesenteric lymphadenopathy among patients with familial Mediterranean fever. Journal of Advanced in Medicinal, Pharmaceutical and Biomedical Research (JAMPBR), 2025. 1(11), 420–428.
14. Putri, I., & Astuti, R. D. The role of ultrasound in the diagnosis and management of pediatric abdominal emergencies in Jakarta, Indonesia. Sriwijaya Journal of Radiology and Imaging Research. 2025. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://phlox.or.id/index.php/sjrir/article/download/165/287&ved=2ahUKEwil5uabno2UAxXBwjgGHROhFqsQFnoECBgQAQ&usg=AOvVaw2wBFzrM9R_wlywBIMawFjN
15. Uinarni, H., Tanjung, C., Huldani, Putra, A. P., Mashuri, Sukmana, B. I., Wahyudi, H., Zuhair, A., Tarius, A. G., Wiryawan, W., Dewi, R. K., Ramadhany, Y. F., & Achmad, H. The importance of ultrasound findings in children with acute abdominal pain to prevent unnecessary surgery. Systematic Review Pharmacy, 2020. 11(4), 377–383. https://www.sysrevpharm.org/articles/the-importance-of-ultrasound-findings-in-children-with-acute-abdominal-pain-to-prevent-unnecessary-surgery.pdf
17. Özdamar, M. Y., & Karavaş, E. Acute mesenteric lymphadenitis in children: Findings related to differential diagnosis and hospitalization. Archives of Medical Science, 2020. 16(2), 313–320. https://doi.org/10.5114/aoms.2018.79430
18. The staff of Emergency Department, Queensland Children's Hospital. Mesenteric Adenitis. Queensland Government. August 2024. https://www.childrens.health.qld.gov.au/health-a-to-z/mesenteric-adenitis
19. Macari, M., Hines, J., Balthazar, E. J., & Megibow, A. J. Mesenteric adenitis: CT diagnosis of primary versus secondary causes, incidence, and clinical significance in pediatric and adult patients. American Journal of Roentgenology, 2002. 178(4), 853–858. https://www.ajronline.org/doi/10.2214/ajr.178.4.1780853
20. Waseem M, Wang CF. Pediatric Appendicitis. StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441864/
21. Patel, P., Bharadwaj, H. R., Al Ta’ani, O., Khan, S., Alsakarneh, S., Malik, S., Hayat, U., Gangwani, M. K., Ali, H., & Dahiya, D. S. Updates and Current Knowledge on the Common Forms of Gastroenteritis: A Review. Journal of Clinical Medicine, 2025. 14(10), 3465. https://doi.org/10.3390/jcm14103465
22. Jain S, Haydel MJ. Child Intussusception. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431078/

Epidemiologi Mesenteric Adenitis
Penatalaksanaan Mesenteric Adenitis

Artikel Terkait

  • Pemeriksaan Appendicogram untuk Diagnosis Appendisitis
    Pemeriksaan Appendicogram untuk Diagnosis Appendisitis
  • Penggunaan Antibiotik untuk Penanganan Appendicitis
    Penggunaan Antibiotik untuk Penanganan Appendicitis
  • Diagnosis Appendicitis: Sistem Skoring atau Penilaian Klinis?
    Diagnosis Appendicitis: Sistem Skoring atau Penilaian Klinis?
  • Apendektomi Laparoskopik VS Apendektomi Terbuka pada Appendicitis Akut
    Apendektomi Laparoskopik VS Apendektomi Terbuka pada Appendicitis Akut
  • Red Flag Benjolan Leher pada Anak
    Red Flag Benjolan Leher pada Anak

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 09 Mei 2025, 09:40
Pembengkakan di leher kiri dengan riwayat TB
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Saya memiliki pasien, usia 2 thn muncul limfadenitis coli sinistra sejak kurang lebih 4 minggu ygll, sudah diberi antibiotik cefizime dan dexa...
Anonymous
Dibalas 17 September 2024, 11:18
Limfadenitis muncul setelah terapi OAT pada pasien perempuan 17 tahun
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter,izin berdiskusi dan minta pendapatnya...saya ada pasien anak perempuan umur 17 tahun dengan IMT kurang dan ada lmadenopati,dilakukan TCM dan...
Anonymous
Dibalas 01 September 2024, 06:40
Pemberian prednisone pada limfadenitis akut
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Izin diskusi dokter. Apakah boleh limfadenitis akut diterapi dengan prednison pada anak? Dan kapan perlu diberikan antibiotik dan tidak?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.