Diagnosis Mesenteric Adenitis
Diagnosis mesenteric adenitis perlu dicurigai pada pasien, terutama anak atau remaja, yang datang dengan nyeri perut kanan bawah menyerupai apendisitis, disertai demam ringan, mual, muntah, atau riwayat infeksi saluran napas atas atau gastrointestinal sebelumnya. Diagnosis dapat dikonfirmasi melalui pencitraan seperti ultrasonografi atau CT scan abdomen yang menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika tanpa tanda peradangan apendiks.[1,4,8]
Anamnesis
Pada anamnesis, mesenteric adenitis umumnya ditandai dengan nyeri perut yang sering berlokasi di kuadran kanan bawah dan dapat menyerupai apendisitis akut. Nyeri dapat bersifat tumpul atau kolik, sering disertai demam ringan, mual, muntah, dan kadang diare. Banyak pasien, terutama anak dan remaja, juga melaporkan riwayat infeksi sebelumnya, seperti infeksi saluran pernapasan atas atau gastroenteritis.
Selain itu, pasien dapat mengeluhkan gejala sistemik ringan seperti malaise dan penurunan nafsu makan. Riwayat perjalanan penyakit yang relatif lebih ringan dan tidak cepat memburuk dibandingkan apendisitis dapat membantu membedakan keduanya. Tidak adanya gejala khas komplikasi abdomen akut seperti nyeri hebat mendadak atau tanda peritonitis juga membantu membedakan dari penyebab nyeri perut akut lain.[1,3,17,18]
Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik, mesenteric adenitis umumnya menunjukkan nyeri tekan di kuadran kanan bawah abdomen yang dapat menyerupai apendisitis, namun biasanya dengan intensitas yang lebih ringan. Nyeri tekan sering bersifat difus di area mesogastrium hingga kanan bawah, tanpa defans muskular yang jelas. Tanda vital dapat menunjukkan demam ringan, tetapi kondisi umum pasien biasanya masih cukup baik dan tidak tampak toksik berat.
Selain itu, tanda-tanda iritasi peritoneum seperti nyeri lepas (rebound tenderness) dan rigiditas biasanya minimal atau tidak ditemukan, sehingga membantu membedakan dari penyebab akut abdomen lain yang lebih berat. Pada beberapa kasus, dapat ditemukan limfadenopati perifer atau tanda infeksi sebelumnya seperti faringitis.[1,17]
Diagnosis Banding
Beberapa diagnosis banding penting pada mesenteric adenitis meliputi apendisitis akut, gastroenteritis akut, intususepsi, dan infeksi saluran kemih.
Apendisitis Akut
Apendisitis akut merupakan diagnosis banding utama karena lokasi nyeri yang sama, yaitu di kuadran kanan bawah abdomen. Secara klinis, nyeri pada apendisitis bersifat progresif, disertai mual, muntah, serta tanda iritasi peritoneum seperti rebound tenderness dan defans muskular.
Pada pencitraan didapatkan apendiks yang membesar (>6 mm), dinding menebal, dan adanya tanda inflamasi periapendiks. Sebaliknya, pada mesenteric adenitis didapatkan apendiks normal dengan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika, sehingga dapat menyingkirkan apendisitis.[3,5,19,20]
Gastroenteritis Akut
Gastroenteritis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus, maupun bakteri seperti Yersinia enterocolitica, Yersinia pseudotuberculosis, Salmonella spp., Escherichia coli, dan Streptococcus spp. Gejala utama berupa diare yang disertai muntah, demam, dan nyeri abdomen difus.
Pada pemeriksaan penunjang, tidak ditemukan kelainan spesifik pada pencitraan abdomen. Pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan tanda dehidrasi atau gangguan elektrolit, sedangkan pemeriksaan feses dapat membantu mengidentifikasi agen infeksi.[1,8,21]
Intususepsi
Intususepsi merupakan kondisi invaginasi segmen usus ke dalam segmen usus lainnya, yang pada anak sering bersifat idiopatik atau berkaitan dengan hiperplasia jaringan limfoid. Secara klinis, kondisi ini ditandai dengan nyeri perut kolik yang hebat dan bersifat intermiten, disertai muntah, serta feses currant jelly akibat campuran darah dan mukus. Ultrasonografi abdomen menunjukkan target sign atau donut sign.[14,15,22]
Pemeriksaan Penunjang
Pencitraan seperti ultrasonografi (USG) abdomen dan CT scan abdomen dapat membantu membedakan mesenteric adenitis dari diagnosis banding akut abdomen lainnya.[1,14,19]
Ultrasonografi (USG)
USG abdomen dapat menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenterika, dengan temuan ≥3 nodus dengan diameter >5–8 mm, terutama di kuadran kanan bawah abdomen. USG juga memperlihatkan apendiks dalam batas normal, yang menjadi kunci untuk menyingkirkan diagnosis banding apendisitis akut. Kadang dapat ditemukan penebalan ringan dinding usus atau peningkatan vaskularisasi di sekitar mesenterium, namun tanpa tanda inflamasi apendiks.
Keunggulan USG dalam kasus mesenteric adenitis adalah sebagai pemeriksaan noninvasif, tanpa radiasi, dan mudah diakses. USG juga bisa digunakan untuk membedakan mesenteric adenitis dari apendisitis akut, sehingga dapat mencegah tindakan pembedahan yang tidak diperlukan.[1,14,15,19]
CT Scan
CT scan abdomen bisa menunjukkan pembesaran multipel kelenjar getah bening mesenterika, terutama di regio kuadran kanan bawah, dengan diameter umumnya ≥5 mm serta peningkatan densitas jaringan lemak mesenterium (fat stranding ringan) serta kadang penebalan ringan dinding usus, namun tanpa gambaran inflamasi signifikan pada organ intraabdomen lain. Temuan ini membantu membedakan dari kondisi bedah akut, terutama apendisitis.[1,4,19]
Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium pada mesenteric adenitis bersifat nonspesifik. Pada pemeriksaan bisa ditemukan leukositosis ringan hingga sedang, serta peningkatan C-reactive protein (CRP) dan laju endap darah (LED) dalam derajat ringan. Nilai yang sangat tinggi lebih mengarah ke apendisitis akut.[1,3,4,8,9,17]