Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Abrupsio Plasenta general_alomedika 2022-11-25T09:59:16+07:00 2022-11-25T09:59:16+07:00
Abrupsio Plasenta
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Abrupsio Plasenta

Oleh :
Audric Albertus
Share To Social Media:

Diagnosis abrupsio plasenta umumnya dilakukan melalui anamnesis, berupa gejala klasik perdarahan vagina onset cepat, nyeri perut atau punggung bawah, dan kontraksi uterus, disertai pemeriksaan fisik vagina, uterus, dan janin.

Anamnesis

Wanita dengan abrupsio plasenta umumnya memiliki gejala klasik, yaitu perdarahan vagina onset cepat, nyeri perut atau punggung bawah, dan kontraksi uterus. Abrupsio plasenta lebih sering terjadi pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Berikut ini merupakan gejala yang dapat ditemukan pada pasien abrupsio plasenta:

Referensi

2. Tikkanen M. Etiology, clinical manifestations, and prediction of placental abruption. Acta Obstet Gynecol Scand. 2010;89(6):732–40.
3. Elsasser DA, Ananth C V., Prasad V, Vintzileos AM. Diagnosis of placental abruption: relationship between clinical and histopathological findings. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2010;148(2):125–30.
4. Boisramé T, Sananès N, Fritz G, Boudier E, Aissi G, Favre R, et al. Placental abruption: Risk factors, management and maternal-fetal prognosis. Cohort study over 10 years. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2014;179:100–4.
5. Boisramé T, Sananès N, Fritz G, Boudier E, Viville B, Aissi G, et al. [Abruptio placentae. Diagnosis, management and maternal-fetal prognosis: a retrospective study of 100 cases]. Gynécologie, Obs Fertil. 2014;42(2):78-83
8. Ananth CV. Placental abruption: Pathophysiology, clinical features, diagnosis, and consequences. UpToDate. 2019.
11. Schmidt P, Skelly CL, Raines DA. Placental Abruption. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482335/
16. Heering SH. Abruptio Placentae. Medscape. 2018.
17. Oyelese Y, Vintzileos AM. Placental abruption. Epocrates. 2018.https://emedicine.medscape.com/article/252810-overview
18. Sahin S, Eroglu M, Tetik S, Guzin K. Disseminated Intravascular Coagulation in Obstetrics: Etiopathogenesis and Up to Date Management Strategies. J Turk Soc Obstet Gynecol. 2014;1191):42-51.

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Epidemiologi Abrupsio Plasenta
Penatalaksanaan Abrupsio Plasenta

Artikel Terkait

  • Abrupsio Plasenta Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular di Masa Depan
    Abrupsio Plasenta Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular di Masa Depan
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 8 jam yang lalu
Pasien trauma kepala, GCS 7, HR 153-155x, irama EKG atrial flutter, perlukah kardioversi sync?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Saya dokter iship izin bertanyaPasien trauma kepala, GCS 7, HR 153-155x, TD 121/78, selama monitor MAP > 65 mmHg,  irama EKG atrial flutter. Apakah pasien...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 20 Februari 2026, 14:57
Ada SKP Kemenkes untuk Psikolog - Sebarkan ke Rekan Psikolog!!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.SKP GRATIS! Ajak kerabat atau rekan kerja Psikolog untuk mengikuti webinar ALOMEDIKA - Menutrisi Pikiran Ibu: Peran Mikronutrien dalam Kesehatan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas kemarin, 14:34
Baca EKG pasien nyeri dada - Alomedika AI adalah Tools untuk Dukung Keputusan Klinis
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
3 Balasan
ALO Dokter.Pasien usia 70 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 30 menit yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Pasien segera...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.