Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Perdarahan Postpartum general_alomedika 2026-08-13T13:06:15+07:00 2026-08-13T13:06:15+07:00
Perdarahan Postpartum
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Perdarahan Postpartum

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Patofisiologi perdarahan postpartum atau postpartum hemorrhage (PPH) berkaitan dengan kegagalan mekanisme fisiologis yang normalnya menghentikan perdarahan setelah persalinan. Setelah plasenta lahir, kontraksi dan retraksi miometrium akan menekan pembuluh darah spiral pada tempat implantasi plasenta. Bila proses ini terganggu, terutama akibat atonia uteri, pembuluh darah tetap terbuka dan terjadi perdarahan.

Selain itu, perdarahan postpartum dapat disebabkan oleh trauma pada jalan lahir atau uterus, retensi jaringan plasenta, serta gangguan koagulasi. Kehilangan darah yang berlanjut dapat menimbulkan hipovolemia, penurunan perfusi jaringan, syok hemoragik, asidosis, dan koagulopati yang semakin memperberat perdarahan.[1-3,6,7]

Fisiologi Penghentian Perdarahan pada Persalinan

Pada saat persalinan, plasenta akan terpisah secara spontan dari tempat implantasinya beberapa menit setelah bayi lahir. Dibalik tempat melekatnya plasenta, terdapat pembuluh-pembuluh darah uterus yang melintas di antara serat-serat otot miometrium. Selama proses melahirkan, otot-otot ini akan mengalami kontraksi dan retraksi.

Proses kontraksi dan retraksi akan mengkompresi pembuluh-pembuluh darah tersebut, sehingga perdarahan dapat berhenti. Hal ini sering kali disebut “jahitan fisiologis”, yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh pada wanita hamil tanpa penyulit atau komplikasi.[6]

Kegagalan Mekanisme Fisiologi

Pada keadaan-keadaan tertentu, mekanisme “jahitan fisiologis” bisa tidak terjadi, misalnya pada kondisi atonia uteri, retensio plasenta, trauma jalan lahir, plasenta akreta, atau plasenta previa.

Atonia Uteri

Hal ini dikarenakan terdapat gangguan pada tonus uteri (atonia uteri), di mana proses kontraksi dan retraksi tidak berjalan dengan baik dan maksimal. Sehingga pembuluh-pembuluh darah pada uterus tidak terkompresi, dan perdarahan tidak dapat dihentikan. Atonia uteri merupakan penyebab tersering perdarahan postpartum.[7,8]

Retensio Plasenta

Selain itu, proses kontraksi dan retraksi yang tidak berjalan dengan baik juga dapat mengganggu proses pelepasan plasenta secara utuh sehingga pada akhirnya akan menyebabkan keadaan yang kita kenal sebagai retensio plasenta.[7,9]

Trauma Jalan Lahir

Pada kasus trauma jalan lahir, jumlah pembuluh darah di jalan lahir meningkat selama kehamilan, sehingga adanya trauma akan menimbulkan perdarahan yang lebih signifikan dibandingkan pada wanita tidak hamil.[7]

Plasenta Akreta dan Plasenta Previa

Perdarahan postpartum juga dapat terjadi pada kasus dimana implantasi plasenta tidak normal, misalnya pada plasenta akreta atau plasenta previa. Pada plasenta previa, letak plasenta yang rendah akan menyebabkan gangguan kontraksi uterus. Pada plasenta akreta, implantasi plasenta terlalu dalam hingga ke miometrium sehingga perlukaan akan mencapai miometrium dan menyebabkan perdarahan yang lebih banyak saat plasenta lepas.[1-3,7]

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Bienstock JL, Eke AC, Hueppchen NA. Postpartum Hemorrhage. N Engl J Med. 2021 Apr 29;384(17):1635-1645. doi: 10.1056/NEJMra1513247.
2. WHO. Consolidated guidelines for the prevention, diagnosis and treatment of postpartum haemorrhage. Geneva: World Health Organization; 2025. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/88bf11a5-93b6-4d6b-bdaa-856b46c8ed3c/content
3. Wormer KC, Jamil RT, Bryant SB. Acute Postpartum Hemorrhage. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499988/
6. Kepley JM, Bates K, Mohiuddin SS. Physiology, Maternal Changes. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539766/
7. Pflugner L. Postpartum Hemorrhage. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/275038-overview
8. Gill P, Patel A, Van Hook JW. Uterine Atony. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493238/
9. Tchuinte Lekuikeu LS, Moreland C. Retained Placenta and Postpartum Hemorrhage: A Case Report and Review of Literature. Cureus. 2022 Apr 22;14(4):e24389. doi: 10.7759/cureus.24389.

Pendahuluan Perdarahan Postpartum
Etiologi Perdarahan Postpartum

Artikel Terkait

  • Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
    Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
  • Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
    Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
  • Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
    Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
  • Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
    Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
  • Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika
    Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 04 Agustus 2026, 14:06
🚨Ikuti e-Course & Dapatkan SKP Gratis "Perdarahan Pascapersalinan: Dari Evidence ke Praktik, Mengapa Masih Gagal"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!🚨 Every Birth is at Risk! Don't Wait for Heavy Bleeding!Perdarahan pascapersalinan (PPH) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu....
Anonymous
Dibalas 01 Februari 2024, 18:45
Perdarahan postpartum karena SC
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, sya punya pasien di PKM, pasien mengalami perdarahan hingga anemi dok. Riwayat sebulan lalu post SC. Setelahnya dirujuk ke RS untuk ditranfusi. 2...
Anonymous
Dibalas 22 November 2023, 15:36
Kapan harus merujuk pasien post HPP dengan Hb rendah?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdiskusi..Bila hemoragic post partum sudah teratasi, keluhan pasien tidak ada, pusing (-), lemas (-), pengeluaran darah sudah normal...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.