Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Polyhidramnion general_alomedika 2026-03-25T13:54:47+07:00 2026-03-25T13:54:47+07:00
Polyhidramnion
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Polyhidramnion

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Epidemiologi polyhidramnion secara global antara 0,2-1,6  % dari jumlah total seluruh kehamilan di dunia, dengan angka polyhidramnion idiopatik berkisar antara 60–70 % dari total kasus polyhidramnion. Di Indonesia kejadian polyhidramnion tidak diketahui secara pasti. Mortalitas perinatal bisa meningkat pada kehamilan polyhidramnion.[1,7-9]

Global

Secara global dilaporkan prevalensi polyhidramnion berkisar antara 0,2-1,6  % dari jumlah total seluruh kehamilan di dunia.

Referensi

1. Hamza A, Herr D, Solomayer EF, Meyberg-Solomayer G. Polyhydramnios: Causes, Diagnosis and Therapy. Geburtshilfe Frauenheilkd. 2013 Dec;73(12):1241-1246. doi: 10.1055/s-0033-1360163. PMID: 24771905; PMCID: PMC3964358.
5. Karkhanis P, Patni S. Polyhydramnios in singleton pregnancies: perinatal outcomes and management. The Obstetrician & Gynaecologist2014;16:207–13.
7. Dashe, JS et al. SMFM Consult Series #46: Evaluation and management of polyhydramnios. AJOG. October 2018Volume 219, Issue 4, Pages B2–B8. Available from : https://www.ajog.org/article/S0002-9378(18)30589-1/fulltext
8. Dickinson JE, et al. Amnioreduction in the management of polyhydramnios complicating singleton pregnancies. AJOG. October 2014Volume 211, Issue 4, Pages 434.e1–434.e7. Available from : https://www.ajog.org/article/S0002-9378(14)00504-3/fulltext
9. Makbruri. Faktor Risiko yang Memengaruhi Berat Badan Lahir Rendah dan Sangat Rendah di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang Periode 1 Januari-31 Desember 2008. Jurnal Gradien Vol.11 No.1 Januari 2015 : 1079-1084. Available from : https://ejournal.unib.ac.id/index.php/gradien/article/download/741/671
11. Carter, BS. Medscape. Polyhydramnios and Oligohydramnios. 2025. Available from : https://reference.medscape.com/article/975821-overview#showall

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Etiologi Polyhidramnion
Diagnosis Polyhidramnion
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 23 jam yang lalu
Luka di sekitar anus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya mau konsul pasien dengan keluhan perih saat BAB. Setelah diperiksa ditemukan luka seperti pada gambar. Pasien mengatakan sempat menggaruk...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 23 jam yang lalu
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter. Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 07 Mei 2026, 14:20
Harapan Baru di Kedokteran Gigi - Obat yang Menumbuhkan Gigi
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO DokterPernahkah terbayang jika di masa depan kita tidak lagi membutuhkan implan atau gigi tiruan? Penelitian di Jepang sedang mengembangkan terobosan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.