Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Brucellosis general_alomedika 2026-01-21T10:05:17+07:00 2026-01-21T10:05:17+07:00
Brucellosis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Brucellosis

Oleh :
dr.Bianda Dwida Pramudita MSc
Share To Social Media:

Etiologi brucellosis adalah bakteri Brucella spp, terutama B. melitensis, B suis, B. abortus, dan B. canis. Brucella spp merupakan bakteri Gram negatif intraseluler fakultatif. Transmisi pada manusia dapat terjadi melalui hewan yang terinfeksi, seperti sapi, kambing, domba, unta, dan babi.[8]

Karakteristik Bakteri Brucella

Brucellosis adalah infeksi zoonosis yang disebabkan bakteri dari genus Brucella. Transmisi penyakit ini dari hewan ke manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau inhalasi gas aerosol.

Bakteri Brucella adalah bakteri kokobasilar aerobik intraseluler yang terletak pada organ reproduksi hewan inang. Brucella adalah patogen intraseluler. Bakteri ini bertahan dan berkembang biak dalam makrofag dengan beradaptasi terhadap pH asam, tingkat oksigen yang rendah, dan tingkat nutrisi yang rendah.

Brucella mampu menghasilkan sitokrom oksidase, katalase, dan mampu menghidrolisis urea. Brucella tidak menghasilkan faktor patogen klasik, seperti eksotoksin, sitolisin, eksoenzim, eksoprotein, kapsul, plasmid, ataupun fimbria. Sel bakteri ini mampu bertahan dalam waktu lama di air, janin yang diaborsi, tanah, produk susu, daging, kotoran, maupun debu.[8,9]

Faktor Risiko

Infeksi brucellosis pada manusia tergantung pada faktor-faktor seperti praktik peternakan, kebiasaan diet, metode pengolahan susu dan produk susu, serta sanitasi lingkungan. Brucellosis dapat ditularkan dari ternak yang terinfeksi ke manusia melalui konsumsi (susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu), inhalasi, konjungtiva, atau lecet kulit.

Brucellosis biasanya dianggap sebagai penyakit okupasi karena kebanyakan terjadi pada pekerja rumah potong hewan, dokter hewan, teknisi laboratorium, pemburu, petani, dan produsen ternak. Kebanyakan kasus brucellosis tidak terjadi dari orang ke orang. Meski demikian, brucellosis dapat ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi sumsum tulang, atau kontak seksual.[1,2]

Referensi

1. Hasanjani Roushan MR, Ebrahimpour S. Human brucellosis: An overview. Caspian J Intern Med. 2015;6(1):46-47.
2. Golshani M, Buozari S. A review of Brucellosis in Iran: Epidemiology, Risk Factors, Diagnosis, Control, and Prevention. Iran Biomed J. 2017 Nov;21(6):349-59. doi: 10.18869/acadpub.ibj.21.6.349.
8. Głowacka P, Żakowska D, Naylor K, Niemcewicz M, Bielawska-Drózd A. Brucella - Virulence Factors, Pathogenesis and Treatment. Pol J Microbiol. 2018 Jun 30;67(2):151-161. doi: 10.21307/pjm-2018-029.
9. Oliveira SC. Host Immune Responses and Pathogenesis to Brucella spp. Infection. Pathogens. 2021;10(3):288. Published 2021 Mar 3. doi:10.3390/pathogens10030288

Patofisiologi Brucellosis
Epidemiologi Brucellosis

Artikel Terkait

  • Profilaksis Malaria
    Profilaksis Malaria
  • Pencegahan Malaria pada Kehamilan
    Pencegahan Malaria pada Kehamilan
  • Penatalaksanaan Malaria Pada Bayi Berat Kurang Dari 5 Kg
    Penatalaksanaan Malaria Pada Bayi Berat Kurang Dari 5 Kg
  • Keamanan dan Efikasi Vaksin Malaria R21/Matrix-M – Telaah Jurnal Alomedika
    Keamanan dan Efikasi Vaksin Malaria R21/Matrix-M – Telaah Jurnal Alomedika
  • Kemoprofilaksis Jangka Panjang untuk Malaria
    Kemoprofilaksis Jangka Panjang untuk Malaria

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 11 November 2024, 08:12
Pemberian profilaksis malaria maksimal?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Halo sejawat, saya ingin bertanya, apakah sejawat mengetahui untuk orang yang hendak bekerja di papua/daerah endemis malaria sekitar 1 tahun, berapa lama dok...
dr. Nebilah salsabila
Dibalas 18 November 2024, 11:53
Obat malaria alternatif dari dihidroartemisinin-piperakuin
Oleh: dr. Nebilah salsabila
1 Balasan
Alodok, izin bertanya dok, jika tidak ada obat DHP atau ACT di faskes maupun di provinsi, hanya ada primakuin, apakah ada alternatif lain yang dapat diberikan?
Anonymous
Dibalas 31 Juli 2024, 07:45
Terminologi Diagnosis Malaria Plus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat malam dokter sekalian, mohon izin bertanya dan berdiskusi mengenai terminologi diagnosis Malaria, saya menemukan terminologi Malaria Plus 4, namun...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.