Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Perforasi Membran Timpani general_alomedika 2026-04-24T10:25:57+07:00 2026-04-24T10:25:57+07:00
Perforasi Membran Timpani
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Perforasi Membran Timpani

Oleh :
dr. Virly Isella
Share To Social Media:

Prognosis perforasi membran timpani ditentukan oleh ukuran perforasi dan riwayat infeksi berulang. Umumnya, perforasi dapat menutup secara spontan.

Komplikasi

Komplikasi akibat perforasi membran timpani adalah gangguan pendengaran, tinitus, dan infeksi. Infeksi seperti otitis media kronis dapat menyebar hingga ke bagian osikular dan menyebabkan gangguan pendengaran dan mastoiditis. Infeksi juga dapat menyebar hingga mengenai nervus fasialis dan menyebabkan paralisis. Penyebaran infeksi ke intrakranial dapat menyebabkan abses otak dan meningitis.[2,3]

Kolesteatoma adalah timbulnya epitel skuamosa berkeratin pada bagian telinga tengah atau mastoid. Kolesteatoma dapat terbentuk sebagai komplikasi perforasi membran timpani pada bagian pars tensa, perforasi pada kuadran posterosuperior, dan perforasi berukuran besar.

Kolesteatoma dapat terbentuk akibat migrasi epitel skuamosa yang berasal dari kanalis auditorius eksterna dan lapisan luar membran timpani melalui celah perforasi. Komplikasi ini juga dapat terjadi bila terdapat metaplasia akibat infeksi berulang pada telinga tengah. Kolesteatoma yang terus dibiarkan dapat mendestruksi tulang tengah dan telinga dalam hingga menyebabkan hilangnya pendengaran dan vertigo.[1,4]

Prognosis

Prognosis perforasi membran timpani umumnya baik karena perforasi dapat menutup secara spontan kurang lebih selama 6 minggu, terutama bila ukuran perforasi kecil. Namun, prognosis dapat lebih buruk jika proses penutupan lambat akibat beberapa faktor risiko, yaitu otitis media supuratif kronis dan ukuran perforasi yang luas.

Hal ini sejalan dengan studi yang meneliti 53 pasien dengan riwayat perforasi membran timpani akibat trauma. Studi tersebut menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan luaran yang buruk, yaitu ukuran perforasi yang besar, trauma penetrasi sebagai etiologi, dan perforasi yang berlokasi pada kuadran posterosuperior.[2,9]

Tingkat morbiditas terkait komplikasi gangguan pendengaran dapat diperbaiki melalui prosedur surgikal.[2,18]

Referensi

1. Wahid FI, Nagra SR. Incidence and Characteristics of Traumatic Tympanic Membrane Perforation. Pak J Med Sci. 2018;34(5):1099-1103.
2. Dolhi N, Weimer AD. Tympanic Membrane Perforations. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557887/
3. Adegbiji wa, Olajide GT, Olajuyin OA, Olatoke F, Nwawolo CC. Pattern of Tympanic Membrane Perforation in a Tertiary Hospital in Nigeria. Nigerian Journal of Clinical Practice. 2018;21(8):1044-1049.
4. Dhingra PL. Diseases of Ear, Nose, and Throat 4th ed. Elseiver.
in Children. Springer International Publishing AG. 2018. https://doi.org/10.1007/978-3-319-92336-9_3
18. Yang J, Lou ZC. Treatment for Acute Tympanic Membrane Perforation. Clinical and Experimental Otorhinolaryngology. 2016; 9(3): 284-285.

Penatalaksanaan Perforasi Membra...
Edukasi dan Promosi Kesehatan Pe...

Artikel Terkait

  • Pendekatan Diagnosis Tuli Mendadak
    Pendekatan Diagnosis Tuli Mendadak
  • Agen Pembunuh Serangga dan Kutu dalam Kanal Telinga
    Agen Pembunuh Serangga dan Kutu dalam Kanal Telinga
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 7 jam yang lalu
Herpes zoster pada anak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin diskusi. Saya dapat pasien anak usia 6 tahun dengan ruam khas seperti herpes zoster. Keluhan anak hanya nyeri dibagian yang ruam, demam...
dr.Enos Tri Utomo Halawa
Dibalas 7 jam yang lalu
Dosis Obat Malaria
Oleh: dr.Enos Tri Utomo Halawa
1 Balasan
Alo dokter izin beetanya. Saya ada pasien dengan tes rapid malaria positif. Saya mulai pemberian terapi DHP dan Primaquine.Di hari pertama harusnya dosis DHP...
dr. R A Rustianti
Dibalas 01 Juli 2026, 11:34
Beyond Glukosa Control ; Strategi Konseling Nutrisi pd Diabetes Gestasional .
Oleh: dr. R A Rustianti
2 Balasan
dok , saya sdh mengikuti Webinar Beyond Glukosa Control & sdh mendptkan SKP dari Alomedika , sdgkan smp hr ini belum juga masih menunggu verifikasi dari link...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.