Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi Injeksi Intramuskuler general_alomedika 2022-06-06T14:44:50+07:00 2022-06-06T14:44:50+07:00
Injeksi Intramuskuler
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Kontraindikasi Injeksi Intramuskuler

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Kontraindikasi injeksi intramuskuler adalah penyuntikan pada area yang tidak memungkinkan, misalnya karena ada infeksi. Kontraindikasi lainnya mengikuti kontraindikasi dari obat yang akan disuntikkan, misalnya adanya riwayat hipersensitivitas terhadap obat bersangkutan atau komponen lain dalam sediaan.

Injeksi intramuskuler tidak disarankan dilakukan pada area dengan infeksi, trauma, cedera otot, dan atrofi otot.[1,2]

Injeksi Intramuskuler pada Pasien dengan Gangguan Koagulasi

Jika pasien memiliki kondisi trombositopenia atau gangguan koagulasi seperti penyakit von Willebrand, sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan setelah injeksi intramuskuler, maka ada baiknya dokter melakukan konsultasi dengan spesialis Hematologi terlebih dahulu. Pedoman oleh The Advisory Committee on Immunization Practices mengindikasikan bahwa injeksi intramuskuler dapat dilakukan pada pasien dengan gangguan perdarahan jika spesialis Hematologi yang merawat menyatakan bahwa manfaat lebih besar dibandingkan potensi risiko.[20,21]

Referensi

1. Ogston-Tuck S. Intramuscular injection technique: an evidence-based approach. Nursing standard (Royal College of Nursing (Great Britain) : 1987), 2014. 29(4), 52–59. https://doi.org/10.7748/ns.29.4.52.e9183
2. Polania Gutierrez JJ, Munakomi S. Intramuscular Injection. [Updated 2022 Feb 9]. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556121/
20. Drutz JE. Standard immunizations for children and adolescents: Overview. Uptodate. 2022.
21. Kroger A, Bahta L, Hunter P. General Best Practice Guidelines for Immunization. Best Practices Guidance of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) Special situations. 2022. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/acip-recs/general-recs/special-situations.html

Indikasi Injeksi Intramuskuler
Teknik Injeksi Intramuskuler
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 20 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Kolaborasi Dokter dan Bidan adalah Kunci ANC Berkualitas bagi Ibu dan Bayi - Kamis, 30 Juli 2026 Jam: 10.00-12.00 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar: https://bit.ly/Apps-300726Link LMS: https://bit.ly/LMS-300726Ikuti webinar Kolaborasi Dokter dan Bidan adalah Kunci ANC Berkualitas...
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 17 jam yang lalu
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
3 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 09 Juli 2026, 11:53
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.