Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
general_alomedika 2026-08-20T11:29:24+07:00 2026-08-20T11:29:24+07:00
Lopinavir
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pendahuluan Lopinavir

Oleh :
dr. Andreas Michael Sihombing
Share To Social Media:

Lopinavir adalah obat antiretroviral (ARV) golongan inhibitor protease, yang digunakan dalam terapi HIV, umumnya dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir. Lopinavir bisa dipakai jika terjadi kegagalan terapi lini pertama, seperti kombinasi bictegravir, tenofovir, dan emtricitabine. Lopinavir juga bisa dipilih sebagai alternatif untuk kasus HIV dengan infeksi oportunistik, bersama kombinasi ritonavir, tenofovir, lamivudine, dan emtricitabine.[1,2]

Secara garis besar, pilihan terapi HIV lini pertama adalah golongan integrase strand transfer inhibitor (INSTI), seperti bictegravir dan dolutegravir, dikombinasikan dengan nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI) seperti tenofovir alafenamide dan emtricitabine. Sementara itu, lopinavir sendiri hanya tersedia dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir.[1-3]

Sebagai inhibitor protease, lopinavir mencegah pembelahan poliprotein gag dan gag-pol yang dimediasi oleh enzim protease, sehingga produksi virion HIV bersifat imatur dan noninfeksius. Dengan kata lain, efek antiviral lopinavir adalah dengan mencegah infeksi sel-sel baru tanpa menyembuhkan sel-sel yang sudah terinfeksi DNA provirus.[4-6]

Referensi

1. Gandhi RT, Landovitz RJ, Sax PE, et al. Antiretroviral Drugs for Treatment and Prevention of HIV in Adults: 2024 Recommendations of the International Antiviral Society-USA Panel. JAMA. 2025 Feb 18;333(7):609-628. doi: 10.1001/jama.2024.24543.
2. Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents. Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in Adults and Adolescents with HIV. Department of Health and Human Services. Year. 2024. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/guidelines/adult-and-adolescent-arv
3. ASHP. Lopinavir and Ritonavir (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/lopinavir-and-ritonavir.html
4. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 92727, Lopinavir. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Lopinavir.
5. Cvetkovic RS, Goa KL. Lopinavir/ritonavir: a review of its use in the management of HIV infection. Drugs. 2003;63(8):769-802. https://doi.org/10.2165/00003495-200363080-00004
6. Oldfield V, Plosker GL. Lopinavir/ritonavir: a review of its use in the management of HIV infection. Drugs. 2006;66(9):1275-99. https://doi.org/10.2165/00003495-200666090-00012
7. BPOM. Cek BPOM. 2026. https://cekbpom.pom.go.id/all-produk?query=lopinavir
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Nasional. 2016.
9. Roberts SS. Martinez M. et al. Lopinavir/Ritonavir in Pregnancy. JAIDS Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. August 2009. https://www.natap.org/2009/HIV/071609_07.htm
10. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
11. BPOM. Aluvia. 2021. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01702364442.pdf

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Farmakologi Lopinavir

Artikel Terkait

  • Penanganan TB-HIV
    Penanganan TB-HIV
  • Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
    Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
  • Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
    Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
  • Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
    Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
  • Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS
    Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 15 Desember 2025, 07:42
Akurasi tes rapid HIV
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter, selamat sore. izin tanya, pasien saya datang untuk cek rapid anti hiv karena melakukan tindakan beresiko 2 thn yll, setelahnya dia sudah tobat...
Anonymous
Dibalas 28 Mei 2025, 20:49
HIV AIDS IO TB PARU, apa terapi yang tepat yang dapat diberikan?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, saya memiliki pasien B20+TB Paru, dengan sesak napas, batuk 1 bulan, keluhan lain sakit kepala, teriak2 dan tidak bisa diajak berkomunikasi....
Anonymous
Dibalas 27 Mei 2025, 12:30
Tes HIV Non Reaktif , 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Izin bertanya dok, pasien melakukan Tes HIV dengan hasil Non Reaktif , di 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ? Dan apakah perlu...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.