Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Lopinavir general_alomedika 2026-08-20T11:35:23+07:00 2026-08-20T11:35:23+07:00
Lopinavir
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Lopinavir

Oleh :
dr. Andreas Michael Sihombing
Share To Social Media:

Indikasi lopinavir adalah untuk penanganan HIV, baik pada pasien dewasa maupun anak berusia >14 hari. Obat ini hanya tersedia dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir. Dosis dewasa yang dianjurkan adalah 400-800 mg lopinavir dan 100-200 mg ritonavir, dua kali sehari. Dosis dipilih tergantung pada apakah pasien sudah mendapat terapi antiretroviral (ARV) sebelumnya.[1-3,11]

HIV

Lopinavir digunakan untuk terapi HIV, dalam regimen kombinasi dengan ARV lain. Obat ini bukan merupakan terapi lini pertama untuk HIV, melainkan hanya digunakan jika regimen lini pertama gagal atau tidak dapat digunakan.

Jika digunakan untuk terapi HIV, maka lopinavir-ritonavir (LPV/r) perlu dikombinasikan dengan dua obat dari golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI), seperti tenofovir disoproxil fumarate dan emtricitabine.[1,2]

Di Indonesia, pedoman Kementerian Kesehatan tahun 2019 juga masih menggunakan lopinavir untuk pencegahan transmisi pascapajanan (PPP). Untuk tujuan ini LPV/r dikombinasikan dengan tenofovir dan emtricitabine, atau dikombinasikan dengan zidovudine dan lamivudine.

Pedoman di Indonesia juga masih menganjurkan LPV/r dalam regimen terapi ARV untuk anak usia di bawah 3 tahun. Untuk tujuan ini, LPV/r dikombinasikan dengan abacavir atau zidovudine, plus emtricitabine.[13]

Dosis Dewasa

Dosis dewasa yang dianjurkan adalah 400 mg lopinavir dan 100 mg ritonavir, diberikan dua kali sehari.

Dosis alternatif 800 mg lopinavir dan 200 mg ritonavir, diberikan sekali sehari, juga bisa dilakukan, tetapi tidak direkomendasikan pada pasien dengan ≥3 mutasi virus yang terkait dengan resistensi lopinavir (misalnya L10F/I/R/V, K20M/N/R, L24I, L33F, dan M36I).

Pada pasien yang mendapat efavirenz, nelfinavir, atau nevirapine, maka dosis lopinavir yang dianjurkan adalah 500 mg dan ritonavir 125 mg, diberikan dua kali sehari.[3]

Dosis Anak

Pada pasien yang tidak mendapat efavirenz, nevirapine, atau nelfinavir dosis yang dianjurkan adalah:

  • Usia 14 hari hingga 6 bulan: dosis 16 mg lopinavir/4 mg ritonavir per kgBB, diberikan dua kali sehari

  • Usia >6 bulan hingga <18 tahun, dengan berat badan <15 kg: dosis 12 mg lopinavir/3 mg ritonavir per kgBB, diberikan dua kali sehari

  • Usia >6 bulan hingga <18 tahun, dengan berat badan 15‒40 kg: dosis 10 mg lopinavir/2,5 ritonavir per kgBB, diberikan dua kali sehari.[3]

Kombinasi lopinavir dengan efavirenz, nevirapine, atau nelfinavir dapat diberikan pada anak usia >6 bulan. Jika lopinavir dikombinasikan dengan obat-obatan tersebut, maka dosis yang dianjurkan adalah:

  • Berat badan >15 kg hingga 20 kg: tablet dosis 200 mg lopinavir dan 50 mg ritonavir, diberikan dua kali sehari
  • Berat badan >20 kg hingga 30 kg: tablet dosis 300 mg lopinavir dan 75 mg ritonavir, diberikan dua kali sehari
  • Berat badan >30 kg hingga 45 kg: tablet dosis 400 mg lopinavir dan 100 mg ritonavir, diberikan dua kali sehari.
  • Berat badan >45 kg: tablet 500 mg lopinavir dan 125 mg ritonavir, diberikan dua kali sehari.[3]

Penyesuaian Dosis pada Penurunan Fungsi Ginjal dan Hepar

Pada pasien dengan insufisiensi hati, belum terdapat rekomendasi penyesuaian dosis lopinavir/ritonavir yang spesifik. Namun, obat ini harus digunakan dengan hati-hati karena lopinavir dimetabolisme hampir seluruhnya oleh hati melalui enzim CYP3A, sehingga gangguan fungsi hati dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat dan risiko toksisitas.

Data farmakokinetik yang tersedia hanya terbatas pada pasien dengan gangguan hati ringan hingga sedang, sedangkan penggunaan pada pasien dengan gangguan hati berat belum dipelajari secara memadai. Oleh karena itu, pemantauan klinis dan fungsi hati secara berkala dianjurkan selama terapi, terutama pada pasien dengan penyakit hati kronis atau peningkatan enzim hati sebelumnya.

Pada pasien dengan insufisiensi ginjal, penyesuaian dosis umumnya tidak diperlukan karena eliminasi lopinavir melalui ginjal sangat kecil. Dengan demikian, gangguan fungsi ginjal diperkirakan tidak memberikan pengaruh bermakna terhadap paparan sistemik lopinavir.

Meski demikian, pada pasien usia lanjut atau pasien dengan gangguan fungsi organ multipel, pemilihan dosis tetap perlu dilakukan secara hati-hati mengingat kemungkinan adanya penurunan fungsi hati, ginjal, atau jantung yang berkaitan dengan usia serta penggunaan obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi.[3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Gandhi RT, Landovitz RJ, Sax PE, et al. Antiretroviral Drugs for Treatment and Prevention of HIV in Adults: 2024 Recommendations of the International Antiviral Society-USA Panel. JAMA. 2025 Feb 18;333(7):609-628. doi: 10.1001/jama.2024.24543.
2. Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents. Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in Adults and Adolescents with HIV. Department of Health and Human Services. Year. 2024. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/guidelines/adult-and-adolescent-arv
3. ASHP. Lopinavir and Ritonavir (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/lopinavir-and-ritonavir.html
11. BPOM. Aluvia. 2021. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01702364442.pdf
13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana HIV. 2019.

Formulasi Lopinavir
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Penanganan TB-HIV
    Penanganan TB-HIV
  • Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
    Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
  • Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
    Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
  • Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
    Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
  • Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS
    Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 15 Desember 2025, 07:42
Akurasi tes rapid HIV
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter, selamat sore. izin tanya, pasien saya datang untuk cek rapid anti hiv karena melakukan tindakan beresiko 2 thn yll, setelahnya dia sudah tobat...
Anonymous
Dibalas 28 Mei 2025, 20:49
HIV AIDS IO TB PARU, apa terapi yang tepat yang dapat diberikan?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, saya memiliki pasien B20+TB Paru, dengan sesak napas, batuk 1 bulan, keluhan lain sakit kepala, teriak2 dan tidak bisa diajak berkomunikasi....
Anonymous
Dibalas 27 Mei 2025, 12:30
Tes HIV Non Reaktif , 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Izin bertanya dok, pasien melakukan Tes HIV dengan hasil Non Reaktif , di 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ? Dan apakah perlu...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.