Formulasi Methadone
Formulasi methadone atau metadon terdiri dari bentuk yang dapat diberikan per oral, injeksi intramuskular, injeksi subkutan, injeksi intravena, intranasal, sublingual, atau per rektal. Namun, di Indonesia hanya tersedia dalam bentuk sirup 1.000 mL yang mengandung methadone 50 mg/5 mL.[1,3,14,15]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, methadone hanya tersedia dalam bentuk sirup 1.000 mL, yang mengandung zat aktif 50 mg/5 mL.[14,15]
Obat ini memiliki efek seperti morfin tetapi dengan tingkat dependensi yang relatif rendah, sehingga digunakan dalam terapi opioid use disorder. Selain itu, methadone juga digunakan sebagai analgesik untuk mengatasi nyeri, serta antitusif pada kanker paru.[3,4]
Cara Mengonsumsi
Methadone oral dapat dikonsumsi dengan maupun tanpa makanan. Methadone dapat menyebabkan gejala putus obat sehingga tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Konsumsi minuman beralkohol sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko efek samping dan overdosis obat.[14]
Perhatian Khusus dalam Meresepkan Methadone
Saat meresepkan methadone, dokter perlu terlebih dahulu melakukan penilaian menyeluruh terhadap keseimbangan manfaat dan risiko terapi opioid, termasuk menilai riwayat atau risiko ketergantungan, penyalahgunaan, dan penggunaan yang tidak tepat, serta meninjau riwayat penggunaan obat terkontrol melalui sistem pemantauan resep untuk mengidentifikasi kombinasi atau dosis opioid yang dapat meningkatkan risiko overdosis.
Pasien juga perlu diskrining terhadap gangguan pernapasan saat tidur, seperti central sleep apnea dan hipoksemia terkait tidur. Rencana terapi sebaiknya mencakup strategi mitigasi risiko, termasuk menawarkan nalokson dan menentukan rencana penghentian terapi apabila manfaat methadone tidak lagi lebih besar daripada risikonya.
Setelah terapi dimulai, pasien harus dipantau, terutama terhadap sedasi dan depresi pernapasan pada awal terapi serta setelah peningkatan dosis. Pada penggunaan untuk nyeri kronis, manfaat dan risiko perlu dievaluasi kembali dalam 1–4 minggu setelah memulai terapi atau menaikkan dosis, kemudian dipantau secara berkala. Selain itu, dokter perlu memantau dan menangani efek samping opioid yang umum, seperti gangguan gastrointestinal dan gangguan kognitif.[5]
Cara Penyimpanan
Simpan obat di suhu ruangan, sekitar 20-25°C, serta jauh dari panas dan cahaya langsung. Pastikan untuk menyimpain obat opioid seperti methadone dalam tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan obat oleh individu yang tidak diresepkan opioid.[5,14]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha