Indikasi dan Dosis Methadone
Indikasi methadone atau metadon adalah untuk tata laksana dependensi opioid, dengan dosis inisial 20‒30 mg dalam dosis tunggal. Selain itu, obat ini juga digunakan sebagai analgesik untuk manajemen nyeri kronik.[1,3-5,14]
Dependensi Opioid
Pada opioid use disorder, methadone digunakan untuk mengendalikan gejala putus opioid (withdrawal), baik dalam program detoksifikasi maupun sebagai terapi pemeliharaan (maintenance treatment). Pemilihan methadone dibandingkan obat lain perlu mempertimbangkan preferensi pasien, riwayat terapi, dan kondisi klinis.
Methadone khususnya dapat dipertimbangkan pada pasien yang membutuhkan pemberian obat dan supervisi harian atau yang tidak memberikan respons memadai terhadap buprenorfin.[5]
Dosis Detoksifikasi
Untuk detoksifikasi atau penatalaksanaan withdrawal, methadone diberikan secara oral dan terapi awal harus dilakukan dengan pengawasan ketika pasien menunjukkan gejala withdrawal serta tidak dalam keadaan sedasi atau intoksikasi.
- Dosis awal umumnya 20–30 mg sebagai dosis tunggal, dengan dosis awal tidak melebihi 30 mg dan dapat lebih rendah pada pasien dengan toleransi opioid yang diperkirakan rendah.
- Apabila gejala withdrawal belum teratasi atau muncul kembali, dapat diberikan tambahan 5–10 mg, setelah pasien dievaluasi kembali sekitar 2–4 jam setelah dosis sebelumnya.
- Total dosis pada hari pertama umumnya tidak melebihi 40 mg, kecuali gejala withdrawal masih belum terkendali.
- Selama minggu pertama, dosis disesuaikan berdasarkan respons klinis, dengan kehati-hatian karena methadone dapat terakumulasi selama beberapa hari pertama sehingga peningkatan dosis yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko toksisitas.
- Setelah gejala withdrawal stabil selama sekitar 2–3 hari, dosis kemudian diturunkan secara bertahap untuk detoksifikasi jangka pendek, dengan penyesuaian individual agar gejala withdrawal tetap dapat ditoleransi.[5]
Dosis Pemeliharaan (Maintenance)
Untuk terapi pemeliharaan, dosis methadone dititrasi hingga tercapai kondisi di mana gejala withdrawal terkontrol selama sekitar 24 jam, craving berkurang, dan efek euforia dari penggunaan opioid lain terhambat atau berkurang, tanpa menimbulkan sedasi berlebihan.
Stabilisasi dosis pemeliharaan biasanya berada pada kisaran 80–120 mg sekali sehari, meskipun kebutuhan setiap pasien berbeda dan dosis harus ditentukan serta disesuaikan berdasarkan respons klinis dan keamanan. Pemberian satu kali sehari umumnya sudah memadai. Dosis terbagi umumnya tidak membawa manfaat tambahan, tetapi dapat dipertimbangkan pada kondisi klinis tertentu.
Kebutuhan dosis pemeliharaan harus ditinjau secara berkala. Pada pasien yang ingin menghentikan terapi methadone secara medis, dosis sebaiknya diturunkan secara bertahap, umumnya setiap 10–14 hari dengan pengurangan kurang dari 10% dari dosis pemeliharaan yang telah ditetapkan.[5]
Sindrom Abstinensia Neonatal (Off Label)
Untuk neonatal abstinence syndrome, dosis awal methadone umumnya 0,05–0,1 mg/kg, tetapi frekuensi pemberian dan kriteria penyesuaian dosis dapat berbeda antarprotokol. Secara umum, dosis dapat ditingkatkan apabila skor withdrawal tetap tinggi, misalnya dua skor berturut-turut ≥8 atau satu skor ≥12, sedangkan penurunan dosis dipertimbangkan setelah kondisi bayi stabil, misalnya rata-rata skor <8 atau tidak terdapat skor >8 selama 24 jam.
Salah satu pendekatan menggunakan dosis awal 0,1 mg/kg dengan interval pemberian yang lebih pendek pada tahap awal, kemudian interval diperpanjang hingga setiap 12 jam setelah kondisi bayi stabil. Dosis selanjutnya diturunkan secara bertahap, misalnya dalam jumlah kecil setiap 24 jam sesuai toleransi, hingga mencapai 0,01 mg/kg sekali sehari, kemudian dihentikan.
Pendekatan lain menggunakan 0,05–0,1 mg/kg setiap 12 jam, dengan peningkatan dosis bila diperlukan sebesar 0,02–0,05 mg/kg/dosis atau sekitar 10%, dengan beberapa protokol menetapkan maksimum 1 mg/kg/hari. Setelah gejala withdrawal terkendali, dosis dapat diturunkan secara bertahap, misalnya 10–20% per minggu, meskipun strategi tapering harus disesuaikan dengan respons klinis bayi.
Karena belum terdapat satu regimen yang dianggap paling optimal untuk semua neonatus, dosis dan interval pemberian harus mengikuti protokol khusus neonatologi, bukan diterapkan sebagai dosis baku untuk setiap bayi. Setelah methadone dihentikan, neonatus perlu tetap dipantau selama 48–72 jam untuk mendeteksi munculnya kembali gejala withdrawal.[5]
Analgesik untuk Nyeri Kronik
Methadone sebagai analgesik untuk manajemen nyeri kronik digunakan dengan dosis:
- Dewasa: 2,5‒10 mg, diberikan 3‒4 kali/hari.[14]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha