Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Methadone general_alomedika 2026-09-18T14:50:32+07:00 2026-09-18T14:50:32+07:00
Methadone
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Methadone

Oleh :
dr. Tanessa Audrey Wihardji
Share To Social Media:

Penggunaan methadone atau metadon pada kehamilan masuk dalam kategori C, baik oleh FDA maupun TGA. Meski begitu, opioid use disorder yang tidak diobati selama kehamilan telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kehamilan, sehingga penggunaan methadone pada kehamilan bisa memiliki manfaat yang lebih besar dari risikonya. Pada ibu menyusui, methadone diekskresikan melalui ASI sehingga perlu pengawasan bagi bayi.[5,10-12]

Penggunaan pada Kehamilan

Food and Drug Administration (FDA) dan Therapeutic Goods Administration (TGA) memasukan methadone ke dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.[5,10-12]

Penelitian methadone pada wanita hamil memberikan hasil yang tidak konsisten, di mana belum jelas ditemukan efek methadone pada janin. Meski begitu, perlu diketahui bahwa penggunaan methadone telah dikaitkan dengan peningkatan risiko bayi prematur, intrauterine growth retardation (IUGR), dan intrauterine fetal death (IUFD).[11]

Di sisi lain, opioid use disorder yang tidak diobati selama kehamilan juga berkaitan dengan berbagai komplikasi kehamilan serius. Oleh karena itu, terapi pemeliharaan dengan methadone dapat memberikan manfaat karena ibu yang mengikuti program methadone dilaporkan memiliki perawatan prenatal yang lebih baik serta risiko komplikasi obstetrik, komplikasi janin, dan morbiditas maupun mortalitas neonatal yang lebih rendah.

Perlu diketahui bahwa selama trimester kedua dan ketiga, eliminasi methadone dapat meningkat sehingga kadar obat terendah dan waktu paruhnya dapat menurun. Akibatnya, penyesuaian dosis mungkin diperlukan berdasarkan kondisi klinis dan respons pasien.

Lebih lanjut, karena methadone dapat melewati plasenta dan telah ditemukan dalam plasma tali pusat serta cairan amnion, penggunaan opioid yang berkepanjangan selama kehamilan juga dapat menyebabkan neonatal abstinence syndrome, yang dalam kasus berat dapat mengancam jiwa.[5]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Methadone dikeluarkan ke ASI pada ibu menyusui. Meski begitu, methadone umumnya kompatibel dengan menyusui pada ibu yang menjalani terapi pemeliharaan dan kondisinya stabil, terutama bila methadone telah digunakan selama kehamilan.

Jumlah methadone yang berpindah ke ASI relatif kecil. Bayi umumnya diperkirakan menerima sekitar 1–3% dari dosis maternal yang telah disesuaikan berdasarkan berat badan, meskipun pada sebagian kecil kasus dapat mencapai sekitar 5–6%. Karena itu, ibu yang stabil dalam program methadone selama kehamilan umumnya dianjurkan untuk menyusui, kecuali terdapat kontraindikasi lain.

Menyusui bahkan dapat bermanfaat pada bayi yang telah terpapar methadone sejak dalam kandungan, karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi keparahan atau frekuensi neonatal abstinence syndrome, mengurangi kebutuhan terapi farmakologi, serta memperpendek lama perawatan di rumah sakit.

Namun, manfaat tersebut tidak berarti methadone sepenuhnya aman bagi bayi, dan efek jangka panjang paparan methadone melalui ASI masih belum diketahui pasti.[17]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

5. ASHP. Methadone (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/methadone.html
10. Methadone Hydrochloride oral solution. 2014. Accesdata.fda.gov. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2014/087393Orig1s033lbl.pdf
11. Farid WO, Dunlop SA, Tait RJ, Hulse GK. The effects of maternally administered methadone, buprenorphine and naltrexone on offspring: review of human and animal data. Curr Neuropharmacol. 2008 Jun;6(2):125-50. doi: 10.2174/157015908784533842.
12. Therapeutic Goods Administration. Prescribing medicines in pregnancy database. The Australian categorisation system for prescribing medicines in pregnancy. Methadone. 2026. https://www.tga.gov.au/prescribing-medicines-pregnancy-database
17. Drugs and Lactation Database (LactMed®). Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Methadone. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501233/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Me...

Artikel Terkait

  • Bahaya Penggunaan Opioid Jangka Panjang Untuk Penatalaksanaan Nyeri Kronis Non-kanker
    Bahaya Penggunaan Opioid Jangka Panjang Untuk Penatalaksanaan Nyeri Kronis Non-kanker
  • Efikasi Methadone dalam Mengatasi Nyeri Karena Kanker
    Efikasi Methadone dalam Mengatasi Nyeri Karena Kanker
  • Telekonsultasi pada Rehabilitasi Adiksi
    Telekonsultasi pada Rehabilitasi Adiksi
  • Methadone dalam Penatalaksanaan Nyeri pada Kanker Anak Stadium Lanjut
    Methadone dalam Penatalaksanaan Nyeri pada Kanker Anak Stadium Lanjut
  • Penyalahgunaan dan Overdosis Nitazene
    Penyalahgunaan dan Overdosis Nitazene

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2026, 07:17
Alur penanganan putus NAPZA
Oleh: Anonymous
8 Balasan
Alo dokter, saya kerja di klinik pratama bpjs....ada pasien yg mengaku kejang2 sampai mulut berbusa sudah berulang kali, dia mengaku pernah konsumsi napza...
dr. Irene Cindy Sunur
Dibalas 29 Mei 2023, 15:19
Methadone untuk Penatalaksanaan Nyeri pada Anak dengan Kanker Stadium Lanjut - Artikel CME SKP Alomedika
Oleh: dr. Irene Cindy Sunur
1 Balasan
ALO Dokter!Methadone sering diberikan kepada pasien anak yang mengalami nyeri terkait kanker stadium lanjut, misalnya nyeri akibat progresivitas kanker...
Anonymous
Dibalas 19 Oktober 2022, 09:42
Alur rehabilitasi narkoba
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya ada pasien yang menurut pacarnya dicurigai memakai narkoba. Tetapi sejauh ini belum pernah memorgoki pacarnya tersebut sedang memakai. Itu...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.