Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Chlamydia yogi 2026-03-25T13:12:02+07:00 2026-03-25T13:12:02+07:00
Chlamydia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Etiologi Chlamydia

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Etiologi chlamydia, atau dikenal sebagai klamidiasis, disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. C. trachomatis merupakan bakteri Gram negatif yang hidup sebagai parasit obligat intraseluler yang dapat ditransmisikan secara seksual. Transmisi bakteri juga dapat terjadi secara vertikal dari ibu pada anak saat proses persalinan.[1]

Etiologi

Etiologi chlamydia, atau dikenal sebagai klamidiasis, disebabkan oleh Chlamydia trachomatis yang merupakan bakteri Gram negatif yang hidup sebagai parasit obligat intraseluler, anaerob, yang dapat ditransmisikan secara seksual. Transmisi bakteri juga dapat terjadi secara vertikal dari ibu pada anak saat proses persalinan.

C. trachomatis dibedakan menjadi 18 serologically variant strains (serovars). Masing-masing serovars berhubungan dengan kondisi medis yang berbeda-beda.

Serovars A, B, Ba, dan C berkaitan erat dengan trachoma atau infeksi pada okular yang menyebabkan konjungtivitis kronis dan berisiko menyebabkan kebutaan. Serovars D-K berkaitan erat dengan infeksi traktus genital dan infeksi neonatus. Sementara itu, Serovars L1-L3 berkaitan erat dengan infeksi limfogranuloma venereum.[2]

Faktor Risiko

Faktor risiko chlamydia antara lain:

  • Usia di bawah 25 tahun dan aktif secara seksual
  • Hubungan atau kontak seksual yang berisiko: memiliki lebih dari satu pasangan tetap atau berganti-ganti pasangan seksual, tidak menggunakan kondom. Kontak seksual yang dapat menyebabkan penularan mencakup kontak genito-genital, oro-genital, maupun ano-genital
  • Riwayat menderita infeksi menular seksual sebelumnya atau saat ini sedang menderita infeksi menular seksual (mungkin memiliki koinfeksi), misalnya gonorrhea

  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi[3,4]

 

Direvisi oleh: dr. Abi Noya

Referensi

1. Qureshi S. Chlamydia (Chlamydial Genitourinary Infections). Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/214823-clinical#b1
2. Mohseni M, Sung S, Rausch-Phung EA, et al. Chlamydia. [Updated 2026 Jan 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
3. World Health Organization. Guidelines for the Treatment of Chlamydia trachomatis. 2016. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/246165/9789241549714-eng.pdf
4. Moore A, Traversy G, Reynolds DL, et al. Canadian Task Force on Preventive Health Care. Recommendation on screening for chlamydia and gonorrhea in primary care for individuals not known to be at high risk. CMAJ. 2021 Apr 19;193(16):E549-E559. doi: 10.1503/cmaj.201967. PMID: 33875459; PMCID: PMC8084554.

Patofisiologi Chlamydia
Epidemiologi Chlamydia

Artikel Terkait

  • Teknik Anamnesis Riwayat Kesehatan Seksual
    Teknik Anamnesis Riwayat Kesehatan Seksual
  • Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
    Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
  • Pedoman Profilaksis Penyakit Menular Seksual Bakterial 2024 – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Profilaksis Penyakit Menular Seksual Bakterial 2024 – Ulasan Guideline Terkini
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 9 jam yang lalu
Benjolan pada bayi baru lahir
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dok, saya dokter umum yg mengerjakan resusitasi neonatus post SC. Saya mau konsul neonatus dengan benjolan di leher seperti ini kira2 apa ya dok?BBL post...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 13 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Azeclair untuk Tata Laksana Modern Pre- Acne, Acne, dan Skar Acne - Rabu, 13 Mei 2026 Jam: 14.00- 15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini:https://www.alomedika.com/webinar/azeclair-untuk-tata-laksana-modern-pre-acne-acne-dan-skar-acne?type=single Bahan aktif Azeclair...
Anonymous
Dibalas 26 April 2026, 21:39
Aritmia cordis
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, mohon insight nya....saya prktk d klinik pratama b***, pernah menemukan pasien rwyt jantung dan saya periksa BJ I-II irreguler....yg ada...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.