Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Depresi Postpartum general_alomedika 2025-05-07T11:17:23+07:00 2025-05-07T11:17:23+07:00
Depresi Postpartum
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Depresi Postpartum

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Epidemiologi depresi postpartum sekitar 6,5‒20% wanita. Kondisi ini lebih sering terjadi dalam 6 minggu setelah melahirkan, dan dialami oleh ibu yang melahirkan bayi prematur dan tinggal di perkotaan.[2]

Global

Banyak tanda dan gejala depresi yang diabaikan pada ibu baru melahirkan, dan sering dianggap sebagai perubahan fisiologis normal terkait persalinan. Akan tetapi, gangguan depresi merupakan komplikasi umum dari kehamilan dan periode postpartum. Secara global, prevalensi depresi postpartum mencapai 6,5‒20% wanita, bahkan ada yang menulis hingga 60,8% wanita di seluruh dunia.[1,2]

Depresi postpartum juga dapat terjadi pada wanita tanpa riwayat psikiatri sebelumnya, yang melahirkan anak sehat setelah kehamilan pertama yang normal.[4]

Indonesia

Pada seminar nasional kesehatan masyarakat tahun 2020, Wurisastuti et al menyampaikan bahwa depresi postpartum dialami sekitar 10‒15% perempuan, baik yang pertama kali melahirkan maupun yang berikutnya. Namun, data ini berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018, bukan berdasarkan penegakan diagnosis oleh psikiater.[10]

Di samping itu, karena faktor stigma dan budaya, sehingga kasus-kasus depresi postpartum sering kali tidak terdeteksi.[10]

Mortalitas

Depresi postpartum bermanifestasi sebagai gangguan tidur, perubahan suasana hati, perubahan nafsu makan, ketakutan dan kekhawatiran serius, hingga kurang minat dalam kegiatan sehari-hari. Ibu sering mengalami perasaan putus asa dan berpikir tentang kematian dan bunuh diri. Kondisi ini merupakan faktor yang menyebabkan 20% kematian ibu setelah melahirkan.[1]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Ghaedrahmati M, Kazemi A, et al. Postpartum depression risk factors: A narrative review. J. Educ. Health Promot. 2017;6:60. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28852652
2. Mughal S, Azhar Y, Siddiqui W. Postpartum Depression.Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519070/
4. Bergink, Veerle. First-onset Postpartum Psychosis. Erasmus University Rotterdam, 2012. Web. http://hdl.handle.net/1765/37942
10. Wurisastuti T, Mubasyiroh R. Prevalensi dan Prediktor Depresi Pasca Persalinan: Data Komunitas Riskesdas 2018. Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat. 2020. ISBN 978-623-92728-4-5.

Etiologi Depresi Postpartum
Diagnosis Depresi Postpartum

Artikel Terkait

  • Suplementasi Vitamin D saat Masa Kehamilan Mencegah Depresi Postpartum
    Suplementasi Vitamin D saat Masa Kehamilan Mencegah Depresi Postpartum
  • Depresi Post Partum pada Wanita yang Mengalami Tindak Kekerasan dan Pelecehan selama Proses Persalinan - Telaah Jurnal
    Depresi Post Partum pada Wanita yang Mengalami Tindak Kekerasan dan Pelecehan selama Proses Persalinan - Telaah Jurnal
  • Antidepresan untuk Mencegah Depresi Postpartum
    Antidepresan untuk Mencegah Depresi Postpartum
  • Perbedaan Depresi Peripartum dan Baby Blues Syndrome
    Perbedaan Depresi Peripartum dan Baby Blues Syndrome
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 24 Februari 2023, 16:44
Kompetensi dokter umum dalam tata laksana baby blues syndrome
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, izin berdiskusi sejauh mana wewenang atau kompetensi dokter umum dalam tatalaksana atau penanganan pasien yang mengalami baby blues syndrome,...
dr. Retma Rosela Nurkayanty
Dibalas 30 September 2022, 15:05
Pasien wanita usia 27 tahun dengan depresi post partum
Oleh: dr. Retma Rosela Nurkayanty
1 Balasan
Alodokter, izin berdiskusi.Saya mendapatkan kasus yaitu wanita berumur 27 thn, 1 bulan postpartum dengan keluhan mengarah ke depresi. Lalu ternyata 1 hari...
dr.Nomi Irene Putri S.
Dibalas 30 Agustus 2022, 10:41
Cara menangani ibu yang mengalami baby blues - Kedokteran Jiwa Ask the Expert
Oleh: dr.Nomi Irene Putri S.
1 Balasan
Alo dr. Soeklola, izin bertanya Dokter. Untuk pasien dengan baby blues yang datang ke fktp, apa yang bisa kita lakukan Dokter? Terimakasih🙏🏻

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.