Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Komplikasi Pacemaker general_alomedika 2025-06-30T14:23:38+07:00 2025-06-30T14:23:38+07:00
Pacemaker
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Komplikasi Pacemaker

Oleh :
dr. Michael Sintong Halomoan
Share To Social Media:

Komplikasi pemasangan pacemaker atau alat pacu jantung dapat terjadi terkait dengan prosedur pemasangan maupun komponen dari pacemaker itu sendiri. Potensi komplikasi pemasangan pacemaker terkait alat, antara lain kerusakan pada alat (seperti failure to sense atau failure to capture), pacemaker syndrome, infeksi pada lead atau pulse generator, pacing terhadap otot lain (seperti otot dada maupun diafragma), thrombosis vena, dan endokarditis.

Komplikasi terkait prosedur pemasangan pacemaker antara lain perdarahan pada area pemasangan, phlebitis, lead terlepas, pneumothorax, hemothorax, perforasi miokard, reaksi alergi, emboli udara, erosi kantong pacemaker, dan fistula atrioventrikular. Potensi komplikasi jangka panjang mencakup kegagalan lead, migrasi lead, fraktur lead, gangguan pada baterai, dan infeksi.[1,6,12,13]

Potensi Komplikasi Serius

Meskipun jarang, beberapa komplikasi serius pemasangan pacemaker perlu diwaspadai dan dikenali secara dini, seperti:

  • Lead yang terlepas yang dapat menimbulkan asistol

  • Perdarahan internal
  • Perforasi miokard yang bisa menyebabkan tamponade jantung
  • Emboli paru atau emboli udara

  • Kateter membentuk simpul saat pemasangan
  • Aritmia fatal, termasuk ventricular tachycardia dan fibrilasi

  • Pneumothorax
  • Trombosis vena yang menyebabkan oklusi subklavia
  • Cedera katup trikuspid yang menyebabkan regurgitasi trikuspid[8,9,10]

 

Direvisi oleh: dr. Eurena Maulidya Putri P.

Referensi

1. Puette JA, Malek R, Ahmed I, et al. Pacemaker Insertion. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan.
6. Kotsakou M, Kioumis I, Lazaridis G, et al. Pacemaker insertion. Annals of translational medicine. 2015 Mar;3(3).
8. Link MS. Permanent cardiac pacing: Overview of devices and indications. UpToDate. 2025.
9. Verma N, Knight BP. Update in cardiac pacing. Arrhythmia & electrophysiology review. 2019 Jul;8(3):228.
10. Estes NAM III. Temporary cardiac pacing. UpToDate. 2024.
12. Sovari AA. Transvenous Cardiac Pacing. eMedicine. Updated: Oct 28, 2021.
13. Yarlagadda C. Permanent Pacemaker Insertion. eMedicine. Updated: Apr 29, 2021.

Teknik Pacemaker
Edukasi Pasien Pacemaker

Artikel Terkait

  • Peran Envelope Antibiotic dalam Pencegahan Infeksi Pemasangan Alat Elektronik Kardiovaskular Implan
    Peran Envelope Antibiotic dalam Pencegahan Infeksi Pemasangan Alat Elektronik Kardiovaskular Implan
  • Remote Patient Monitoring dalam Pelayanan Kesehatan
    Remote Patient Monitoring dalam Pelayanan Kesehatan
  • Pacu Jantung Biventrikular vs Ventrikular Kanan untuk AV Blok Simtomatik – Telaah Jurnal Alomedika
    Pacu Jantung Biventrikular vs Ventrikular Kanan untuk AV Blok Simtomatik – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terbaru
dr.Nurul Inayah Ramadhany
Dibalas 21 September 2026, 13:25
Kapan pasien bisa berhubungan seksual setelah SC ERACS?
Oleh: dr.Nurul Inayah Ramadhany
1 Balasan
Dok kalau abis sc eract kapan pasien bisa berhubungan dgn suami ?
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 18 September 2026, 11:40
ALOMEDIKA AI Dukung Dokter Hadapi Ledakan Pengetahuan Medis
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi/website Alomedika: https://www.alomedika.com/aiPengetahuan medis terus berkembang, sementara waktu...
dr.Fikri
Dibalas 17 September 2026, 14:32
Kontrasepsi pada Hipertensi: Bisakah AI Membantu Memilih yang Aman?
Oleh: dr.Fikri
1 Balasan
Pasien perempuan berusia 33 tahun datang untuk konsultasi kontrasepsi. Pasien memilki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan siklus haid yang tidak teratur....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.