Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
general_alomedika 2026-08-21T15:47:29+07:00 2026-08-21T15:47:29+07:00
Chlorpromazine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pendahuluan Chlorpromazine

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Chlorpromazine adalah obat antipsikotik yang digunakan dalam tata laksana skizofrenia, gejala psikosis, mual dan muntah, intractable hiccups dan gangguan bipolar. Selain itu, chlorpromazine juga dapat digunakan untuk gangguan perilaku berat pada anak-anak.[1–3]

Mekanisme kerja chlorpromazine adalah sebagai antagonis reseptor dopamine, sehingga memberikan efek antipsikotik. Oleh karena itu, chlorpromazine sesuai untuk mengatasi gejala psikotik, misalnya akibat skizofrenia. Chlorpromazine juga menghambat reseptor histamin, dan muskarinik, yang memberikan efek antiemetik.[3]

Efek samping chlorpromazine yang sering dijumpai, antara lain gejala ekstrapiramidal, seperti distonia, akathisia, diskinesia tardif, dan gejala menyerupai penyakit Parkinson. Rasa mengantuk, pusing, ruam kulit, mulut kering, hipotensi ortostatik, galaktorea, dan amenorrhea juga terkadang dapat terjadi.[2,4]

Berdasarkan Food and Drugs Administration, penggunaan chlorpromazine pada kehamilan termasuk ke dalam kategori C. Penggunaan chlorpromazine pada trimester 3 dikaitkan dengan terjadinya neonatal abstinence syndrome. Obat ini sebaiknya hanya dipakai jika besarnya manfaat melebihi potensi membahayakan janin. Obat ini juga diduga berkaitan dengan gangguan perkembangan di masa awal kehidupan anak.[2,3,5]

Kontraindikasi chlorpromazine adalah pada riwayat hipersensitivitas terhadap chlorpromazine, maupun antipsikotik fenotiazin lain, misalnya prometazin. Chlorpromazine juga tidak boleh diberikan pada pasien yang sedang koma, atau telah mengonsumsi obat golongan barbiturat, misalnya phenobarbital, opiat, atau alkohol. Peringatan diberikan untuk tidak menggunakan chlorpromazine pada pasien geriatri dengan psikosis terkait demensia.[2,3]

Di Indonesia, chlorpromazine tersedia dalam merek dagang Cepezet®.[6]

Tabel 1. Deskripsi Singkat Chlorpromazine

Perihal Deskripsi
Kelas Psikofarmaka.[7]
Sub-kelas Antipsikosis.[7]
Akses Resep.[7]
Wanita hamil

Kategori FDA: C.[2]

Kategori TGA: D.[8]

Wanita menyusui Dikeluarkan ke ASI.[2]
Anak-anak Tidak direkomendasikan untuk usia <6 bulan.[2]
Infant
FDA

Approved.[2]

FDA memberikan black box warning untuk tidak menggunakan chlorpromazine pada pasien geriatri dengan psikosis terkait demensia, sebab meningkatkan risiko kematian.[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Lee HY, Lee Y, Chung C, Park SI, Shin HJ, Joe EH, Lee SJ, Kim DW, Jo SH, Choi SY. The antipsychotic chlorpromazine reduces neuroinflammation by inhibiting microglial voltage-gated potassium channels. Glia. 2025 Jan;73(1):210-227. doi: 10.1002/glia.24629.
2. ASHP. Chlorpromazine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/chlorpromazine.html
3. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 2726, Chlorpromazine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Chlorpromazine.
4. Chikowe I, Domingo M, Mwakaswaya V, Parveen S, Mafuta C, Kampira E. Adverse drug reactions experienced by out-patients taking chlorpromazine or haloperidol at Zomba Mental Hospital, Malawi. BMC Res Notes. 2019 Jul 1;12(1):376. doi: 10.1186/s13104-019-4398-6.
5. Bruno C, Cesta CE, Hjellvik V, et al. Antipsychotic use during pregnancy and risk of specific neurodevelopmental disorders and learning difficulties in children: a multinational cohort study. EClinicalMedicine. 2024 Mar 17;70:102531. doi: 10.1016/j.eclinm.2024.102531.
6. BPOM. Cek BPOM. 2026. https://cekbpom.pom.go.id/all-produk?query=chlorpromazine
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Nasional. 2016.
8. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database

Farmakologi Chlorpromazine

Artikel Terkait

  • Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
    Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
  • Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
    Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
  • Terapi Rumatan Schizophrenia: Bagaimana Menghentikan Antipsikotika
    Terapi Rumatan Schizophrenia: Bagaimana Menghentikan Antipsikotika
  • Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia
    Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia
  • Halusinasi Tidak Selalu Berasal dari Gangguan Psikiatri: Pendekatan Diagnosis di IGD
    Halusinasi Tidak Selalu Berasal dari Gangguan Psikiatri: Pendekatan Diagnosis di IGD

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibuat 30 April 2025, 21:17
Buku psikiatri anak dan remaja beserta obat dan dosisnya
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
0 Balasan
Alo dokter. Ada yang tau gak buku psikiatri anak dan remajaBerserta dosis2 obatnya?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 16 September 2024, 09:43
Kapan obat skizofrenia dapat diturunkan dosisnya
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alodok, izin konsu dokter,l saya dapat pasien skizofrenia, sekitar 4 bulan yang lalu pasien tersebut dibawa berobat ke RSJ yang kemudian di beri obat...
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibalas 29 Juli 2024, 22:27
Skizofrenia hebefrenik yang menyerang apakah bisa diberikan injeksi diazepam
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
2 Balasan
Pasien mengamuk, putus obat trifluoperasoneHendak mau memberikan obat lagiTapi pasiennya mengamuk hingga memukulSaya ingin memberikan obat injeksi tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.