Edukasi Pasien Transurethral Resection of The Prostate (TURP)
Edukasi pasien mengenai tindakan transurethral resection of the prostate (TURP) meliputi indikasi, tujuan tindakan, prosedur tindakan, komplikasi yang dapat terjadi, dan tindak lanjut pasca operasi. Edukasi yang menyeluruh memungkinkan pasien dan keluarga untuk meninjau kembali informasi dan memastikan keputusan diambil dengan penuh kesadaran.
Pasien dan keluarga harus memahami bahwa prosedur ini dilakukan secara elektif dan bersifat irreversible (artinya tidak dapat dikembalikan seperti semula). Oleh karena itu, pasien dan keluarga harus memahami secara menyeluruh mengenai prosedur ini agar memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil tindakan.
Sebelum prosedur dilakukan, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan indikasi tindakan dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain. Tindakan TURP paling sering digunakan atas indikasi benign prostate hyperplasia (BPH). Lebih lanjut, pasien juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai pilihan terapi lain, termasuk terapi obat atau alternatif prosedur bedah lainnya.
Pasien perlu memahami bahwa prosedur TURP dilakukan melalui saluran kemih tanpa sayatan di kulit. Jaringan prostat yang menyumbat aliran urin akan diangkat menggunakan alat khusus dengan bantuan energi listrik atau teknologi lain yang setara.
Setelah operasi, pasien umumnya akan dirawat di rumah sakit selama satu hingga dua hari dan menggunakan kateter urin sementara untuk membantu mengeluarkan urin dan mencegah sumbatan oleh bekuan darah. Pasien juga harus diedukasi mengenai kemungkinan komplikasi, baik sementara maupun jangka panjang.[1,3,5]