Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Transurethral Resection of The Prostate (TURP) annisa-meidina 2026-02-13T11:33:18+07:00 2026-02-13T11:33:18+07:00
Transurethral Resection of The Prostate (TURP)
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Transurethral Resection of The Prostate (TURP)

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Pedoman klinis tindakan transurethral resection of the prostate (TURP) meliputi seleksi pasien dengan evaluasi derajat obstruksi dan komorbiditas, pemilihan teknik (monopolar, bipolar, atau laser) sesuai risiko perdarahan dan ketersediaan alat, serta pengendalian waktu operasi dan cairan irigasi untuk mencegah sindrom TUR.

TURP adalah prosedur elektif dan irreversibel, sehingga edukasi dan keputusan bersama wajib dilakukan. Pasien dan keluarga harus memahami indikasi, manfaat, dan risiko komplikasi, sehingga ekspektasi pasien sesuai dengan kemungkinan hasil yang dicapai.[1-3]

Pemilihan Teknik

Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan fasilitas. TURP bipolar secara umum lebih aman pada pasien dengan risiko perdarahan atau penggunaan antikoagulan dan tidak menimbulkan sindroma TUR. Laser dapat menjadi alternatif aman pada pasien dengan antikoagulan namun lebih lambat dan tidak menghasilkan jaringan untuk pemeriksaan histopatologis.

Selama tindakan harus dijaga visibilitas, hemostasis, dan kedalaman reseksi agar tidak terjadi perforasi kapsul prostat, sedangkan pascaoperasi perlu pemantauan terhadap perdarahan, keseimbangan cairan-elektrolit, dan fungsi berkemih.[1-3]

Pengendalian Risiko Komplikasi

Penguasaan teknik reseksi sangat memengaruhi komplikasi. Kesalahan posisi resektoskop, reseksi terlalu dalam, kauterisasi berlebihan, atau reseksi pada area apikal dan atap tanpa kontrol dapat menyebabkan perforasi, perdarahan, cedera sfingter, hingga inkontinensia permanen. Oleh sebab itu, direkomendasikan untuk mengerjakan area apikal dan atap paling akhir dengan hati-hati.

Komplikasi harus dipahami secara sistematis sebagai komplikasi intraoperatif dan pascaoperasi. Potensi komplikasi intraoperatif mencakup perforasi kandung kemih, cedera ureter, perdarahan berat, dan salah penempatan kateter. Komplikasi pascaoperasi mencakup sindroma TUR, ejakulasi retrograd, infeksi, striktur uretra, kontraktur leher kandung kemih, retensi urin, dan perdarahan lanjut.

Deteksi dini komplikasi dapat meningkatkan prognosis. Identifikasi awal tanda bahaya dari komplikasi seperti distensi abdomen pada perforasi, gejala neurologis akibat hiponatremia yang mengarah pada sindroma TUR, atau inkontinensia yang tidak membaik harus segera ditangani.

Tindak lanjut pascaoperasi membutuhkan pemantauan terhadap urin, fungsi kateter, dan stabilitas hemodinamik. Irigasi harus dilakukan sampai jernih sebelum operasi dinyatakan selesai. Pemasangan kateter Foley harus hati-hati untuk mencegah cedera subtrigonal. Latihan dasar panggul (Kegel) dianjurkan untuk mencegah inkontinensia pascaoperasi.[1,3,5]

Referensi

1. Leslie SW., Chargui S., Stormont G. Transurethral Resection of the Prostate Continuing Education Activity. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560884/
2. Transurethral resection of the prostate (2021). AORN Journal, 113(2), 13–14. https://doi.org/10.1002/aorn.13337
3. Agrawal MS., Mishra DK. Transurethral Resection of Prostate. Journal of Endourology. Mary Ann Liebert Inc.; 2022. 36. DOI:10.1089/end.2022.0305
5. Porto JG., Bhatia AM., Bhat A., Suarez Arbelaez MC., Blachman-Braun R., Shah K., et al. Evaluating transurethral resection of the prostate over twenty years: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials. World Journal of Urology. Springer Science and Business Media Deutschland GmbH; 2024. DOI:10.1007/s00345-024-05332-3

Edukasi Pasien Transurethral Res...

Artikel Terkait

  • Pilihan Metode Skrining Kanker Prostat
    Pilihan Metode Skrining Kanker Prostat
  • Potensi Risiko Skrining Prostate Specific Antigen (PSA)
    Potensi Risiko Skrining Prostate Specific Antigen (PSA)
  • Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
    Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
  • Red Flag Retensi Urine
    Red Flag Retensi Urine
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 03 Februari 2025, 16:34
Peresepan obat BPH bagi dokter umum
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin diskusi dok...pasien saya laki-laki usia 60 th dengan gejala BPH, apakah dokter umum boleh meresepkan obat untuk BPH misalnya finasteride...
Anonymous
Dibalas 30 November 2023, 09:48
Tata laksana BPH/Gangguan Prostat
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Dok izin diskusi untuk laki-laki lansia usia diatas 65 tahun dengan kondisi kesehatan Hipertensi (Konsumsi Candesartan dan Amlodipine ) , Pitting Odema...
Anonymous
Dibalas 27 Januari 2023, 07:52
Pengobatan kalsifikasi prostat pada pasien usia 65 tahun
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien umur 65 tahun dengan keluhan sering kencing pada malam hari. 3 tahun yang lalu didiagnosa dengan kalsifikasi prostat. Obat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.