Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Komplikasi Transurethral Resection of The Prostate (TURP) annisa-meidina 2026-02-13T11:29:34+07:00 2026-02-13T11:29:34+07:00
Transurethral Resection of The Prostate (TURP)
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Komplikasi Transurethral Resection of The Prostate (TURP)

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Komplikasi transurethral resection of the prostate (TURP) dapat timbul akibat kesalahan teknik, perdarahan, atau cedera jaringan sekitar. Bila proses reseksi dipaksakan pada prostat dengan ukuran besar atau diperkirakan melebihi durasi aman operasi (±90 menit), risiko komplikasi dapat meningkat signifikan.[1]

Suatu meta-analisis menunjukkan laju komplikasi pada prosedur TURP sebagai berikut:

  • Sindroma TUR (2%)
  • Perdarahan (8%) dan kebutuhan transfusi darah (6%)
  • Retensi urin (4%)

  • Inkontinensia (8%)

  • Striktur uretra (3%)

  • Stenosis leher kandung kemih (2%).[5]

Komplikasi Intraoperatif

Komplikasi selama operasi TURP dapat meliputi risiko anestesi umum, perforasi kandung kemih, cedera orifis ureter, kerusakan pada leher kandung kemih, perforasi kapsul prostat, dan ekstravasasi cairan. Prosedur juga dapat gagal diselesaikan jika terjadi perdarahan hebat atau visibilitas buruk. Selain itu, pemasangan kateter Foley berisiko masuk ke subtrigonum atau retroperitoneum bila tidak tepat.[1]

Perdarahan

Perdarahan merupakan salah satu risiko paling umum, terutama bila kauterisasi dilakukan terlalu awal sebelum mencapai kapsul, sehingga pembuluh darah yang sama terpapar berulang kali dan sulit dikendalikan. Perdarahan masif juga dapat terjadi pada area leher kandung kemih atau atap prostat yang terlalu tipis.[1]

Perforasi Kandung Kemih

Terjadinya refleks obturator dapat berpotensi menyebabkan perforasi dinding prostat atau kandung kemih. Perforasi kandung kemih dapat memicu distensi abdomen, bradikardia akibat respon vagal, hipotensi, atau nyeri bahu dan abdomen. Diperlukan pemeriksaan sistogram segera setelah penghentian operasi. Jika perforasi cukup besar, perlu dilakukan perbaikan bedah.[1]

Kesalahan Teknik

Kesalahan Teknik seperti salah penempatan atau gerakan resektoskop dapat menyebabkan cedera sfingter eksternal yang dapat mengakibatkan komplikasi inkontinensia permanen. Tanda awal kesalahan ini adalah resektoskop terasa bergoyang dan prosedur harus segera dihentikan untuk reposisi.

Kauterisasi verumontanum berisiko menimbulkan nyeri ejakulasi pascaoperasi. Sementara itu, penggunaan kauter berlebihan pada jaringan normal, terutama leher kandung kemih, dapat menyebabkan iritasi pasca operasi dan pembentukan jaringan parut yang mengakibatkan stenosis atau striktur.

Visibilitas yang buruk akibat bekuan darah atau serpihan jaringan dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga tidak dianjurkan melanjutkan tindakan sebelum memperbaiki visibilitas area operasi. Pada akhir tindakan, pemasangan kateter Foley yang tidak tepat dapat menyebabkan cedera subtrigonal atau penetrasi ke retroperitoneum, sehingga direkomendasikan penggunaan panduan kawat pada kasus sulit.[1]

Sindroma TUR (Hiponatremia Dilusional)

Sindroma TUR adalah komplikasi serius akibat absorpsi cairan irigasi hipotonik pada TURP monopolar yang menyebabkan hiponatremia dilusional dan gejala neurologis seperti muntah, bingung, kegelisahan, gangguan visual, kejang, koma, hingga kematian. Risiko meningkat pada pasien dengan hiponatremia sebelumnya, pasien gagal ginjal, tekanan irigasi tinggi (>60 cmH2O), perdarahan berat, atau waktu operasi lama.[1]

Komplikasi Pascaoperasi

Sebagian besar pasien TURP akan mengalami ejakulasi retrograde dan tidak mengeluarkan semen, meskipun fungsi ereksi terjaga pada 90% pasien.

Komplikasi lain meliputi gejala urin menetap, infeksi saluran kemih atau prostatitis kronis, inkontinensia sementara, serta retensi urin akibat obstruksi atau keterbatasan fungsi kandung kemih.[1]

Referensi

1. Leslie SW., Chargui S., Stormont G. Transurethral Resection of the Prostate Continuing Education Activity. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560884/
5. Porto JG., Bhatia AM., Bhat A., Suarez Arbelaez MC., Blachman-Braun R., Shah K., et al. Evaluating transurethral resection of the prostate over twenty years: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials. World Journal of Urology. Springer Science and Business Media Deutschland GmbH; 2024. DOI:10.1007/s00345-024-05332-3

Teknik Transurethral Resection o...
Edukasi Pasien Transurethral Res...

Artikel Terkait

  • Pilihan Metode Skrining Kanker Prostat
    Pilihan Metode Skrining Kanker Prostat
  • Potensi Risiko Skrining Prostate Specific Antigen (PSA)
    Potensi Risiko Skrining Prostate Specific Antigen (PSA)
  • Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
    Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
  • Red Flag Retensi Urine
    Red Flag Retensi Urine
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 03 Februari 2025, 16:34
Peresepan obat BPH bagi dokter umum
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin diskusi dok...pasien saya laki-laki usia 60 th dengan gejala BPH, apakah dokter umum boleh meresepkan obat untuk BPH misalnya finasteride...
Anonymous
Dibalas 30 November 2023, 09:48
Tata laksana BPH/Gangguan Prostat
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Dok izin diskusi untuk laki-laki lansia usia diatas 65 tahun dengan kondisi kesehatan Hipertensi (Konsumsi Candesartan dan Amlodipine ) , Pitting Odema...
Anonymous
Dibalas 27 Januari 2023, 07:52
Pengobatan kalsifikasi prostat pada pasien usia 65 tahun
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien umur 65 tahun dengan keluhan sering kencing pada malam hari. 3 tahun yang lalu didiagnosa dengan kalsifikasi prostat. Obat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.