Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Chloramphenicol general_alomedika 2022-08-26T15:43:15+07:00 2022-08-26T15:43:15+07:00
Chloramphenicol
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Chloramphenicol

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Farmakologi chloramphenicol atau kloramfenikol adalah sebagai antibiotik dengan efek bakteriostatik. Chloramphenicol dapat larut dalam lemak, sehingga bisa memasuki membran sel bakteri, kemudian berikatan dengan subunit 50S pada ribosom bakteri. Akibatnya, pembentukan rantai peptida dan sintesis protein bakteri terganggu.[4]

Farmakodinamik

Chloramphenicol merupakan antibiotik broad-spectrum yang berasal dari Streptomyces venezuelae. Chloramphenicol bersifat bakteriostatik, tetapi dapat juga menjadi bakterisidal dalam konsentrasi besar, atau jika digunakan pada organisme yang rentan. Chloramphenicol menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan dengan ribosom bakteri dan menghambat sintesis protein.

Chloramphenicol berikatan dengan subunit 50S ribosom bakteri, dengan supresi aktivitas enzim peptidyltransferase. Hal ini akan menghambat sintesis protein membran mitokondria, yang akan menyebabkan supresi respirasi mitokondria dan proliferasi sel.

Meskipun efektif terhadap berbagai mikroorganisme, chloramphenicol hanya digunakan pada penyakit yang membahayakan, seperti meningitis atau demam tifoid. Hal ini karena efek samping chloramphenicol yang dapat menyebabkan supresi sumsum tulang, juga anemia aplastik. Chloramphenicol dilaporkan memiliki potensi menginduksi efek toksik pada mitokondria sel yang dalam proses pematangan atau sel eukariot yang berproliferasi cepat.[3,12]

Farmakokinetik

Farmakokinetik chloramphenicol bergantung pada jenis sediaan yang digunakan. Chloramphenicol dapat terdistribusi luas pada tubuh, termasuk ke plasenta dan ASI.

Absorpsi

Absorpsi chloramphenicol per oral terjadi cepat di usus halus. Konsentrasi puncak plasma terjadi dalam 1-2 jam. Pada sediaan oral suspensi, bioavailabilitas obat ini hampir 80%. Pada sediaan injeksi, bioavailabilitas chloramphenicol hampir 70%.

Pemberian chloramphenicol dalam sediaan tetes mata atau tetes telinga juga dapat diabsorpsi secara sistemik. Konsentrasi puncak chloramphenicol dalam plasma darah untuk mencapai efek terapeutik adalah sekitar 10‒20 mcg/mL.[4,5,12]

Distribusi

Chloramphenicol didistribusikan secara luas, termasuk ke cairan serebrospinal, melewati sawar darah plasenta, dan ekskresi ke ASI. Ikatan obat dengan protein berkisar 50–60%. Pada bayi prematur, ikatan dengan protein adalah 32%. Chloramphenicol dapat menembus plasenta, dan didistribusikan dalam air susu ibu (ASI).[5,6]

Metabolisme

Chloramphenicol dihidrolisis di gastrointestinal menjadi bentuk bebasnya. Pada hepar, chloramphenicol dikonjugasikan dengan asam glukoronat, menjadi chloramphenicol glucuronide, sebuat metabolit inaktif.[1,5]

Eliminasi

Eliminasi chloramphenicol terutama terjadi melalui urin, yaitu dalam bentuk metabolit, dan sekitar 30% dalam bentuk tidak berubah. Sebagian kecil chloramphenicol juga akan diekskresikan di empedu dan feses. Waktu paruh chloramphenicol pada orang dewasa dengan fungsi hepar dan ginjal yang normal adalah 1,2–4,1 jam.[1,3]

Resistensi

Resistensi terhadap chloramphenicol umumnya disebabkan adanya asetilasi dan inaktivasi dari chloramphenicol acetyltransferase (CAT). Resistensi juga dilaporkan berhubungan dengan efluks pompa transmembran, penurunan permeabilitas membran sel, atau perubahan pada subunit 50S ribosom.[1,13]

 

 

Direvisi oleh: dr. Livia Saputra

Referensi

1. American Society of Health-System Pharmacists. Chloramphenicol. Drugs.com. 2022 https://www.drugs.com/monograph/chloramphenicol.html
3. Chloramphenicol. Meyler’s Side Effects of Drugs. 2016. 229–236. doi:10.1016/b978-0-444-53717-1.00472-8
4. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 5959, Chloramphenicol. 2022. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/chloramphenicol.
5. MIMS. Chloramphenicol. MIMS. 2022 https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chloramphenicol/?type=brief&mtype=generic
6. Anonim. Chloramphenicol LINK 1g powder for injection. Medsafe. 2018. https://www.medsafe.govt.nz/profs/Datasheet/c/ChloramphenicolLink.pdf
12. Anonim. Chloramphenicol. Drugbank. 2022. https://go.drugbank.com/drugs/DB00446
13. Lorenzo D. Chloramphenicol Resurrected: A Journey from Antibiotic Resistance in Eye Infections to Biofilm and Ocular Microbiota. Microorganisms. 2019 Aug 21;7(9):278. doi: 10.3390/microorganisms7090278.

Pendahuluan Chloramphenicol
Formulasi Chloramphenicol

Artikel Terkait

  • Pilihan Jenis Jarum untuk Pungsi Lumbal
    Pilihan Jenis Jarum untuk Pungsi Lumbal
  • Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
    Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
  • Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
    Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
  • Indikasi Pencitraan Otak sebelum Pungsi Lumbal pada Meningitis
    Indikasi Pencitraan Otak sebelum Pungsi Lumbal pada Meningitis
  • Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 25 Februari 2025, 14:04
Vaksin meningitis pada bbrp kondisi khusus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodok, izin bertanya sebagai dokter post isip1. Bagaimana pertimbangan pemberian vaksin meningitis pd ibu hamil/menyusui yg ingin berangkat umroh/haji?2....
Anonymous
Dibalas 30 Oktober 2024, 08:03
Kejang demam pada bayi usia 2 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Halo dokter, izin bertanya pada pasien usia 2 bulan yg datang dengan keluhan kejang tiba2 saat demam, suhu 38.7, tidak disertai keluhan lain. Apakah...
Anonymous
Dibalas 23 September 2024, 07:10
Vaksin meningitis untuk anak usia dibawah 10 tahun sebelum umroh
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Izin bertanya dokter, apabila anak dibawah 10 tahun ingin melaksanakan umroh apaha tetap wajib melakukan vaksin meningitis? Lalu aoakah dosisnya sama dengan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.