Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Tuberkulosis Paru karyanti 2026-04-29T15:53:20+07:00 2026-04-29T15:53:20+07:00
Tuberkulosis Paru
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Tuberkulosis Paru

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Patofisiologi tuberkulosis paru atau TB paru melibatkan infeksi bakteri patogen Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang menular melalui aerosol dari membran mukosa paru-paru individu yang telah terinfeksi. Basil tuberkulosis paling sering menular dari orang ke orang melalui percikan droplet nuclei di udara yang dapat bertahan melayang selama beberapa jam.

Risiko penularan meningkat bila seseorang berada lebih lama di ruang tertutup yang terkontaminasi droplet Mtb. Setelah terhirup, droplet dapat mengendap di saluran napas atas (yang biasanya tidak menimbulkan infeksi) atau mencapai alveoli, tempat proses patofisiologi dimulai.[3,5]

Proses Infeksi Mycobacterium tuberculosis di Paru

Setelah mencapai alveoli, basil akan difagositosis oleh makrofag alveolar. Di dalam sel ini, bakteri dapat dimusnahkan, bertahan dalam keadaan laten, atau berkembang menjadi penyakit aktif, tergantung pada faktor virulensi organisme patogen dan respon imun pejamu.

Jika infeksi berlanjut, basil menyebar ke parenkim paru dan kelenjar getah bening, memicu respon imun seluler yang melibatkan sel T, sel B, monosit, sel raksasa multinukleus, sel dendritis, dan fibroblast sehingga terbentuk granuloma.

Lesi primer ini disebut dengan fokus Ghon, yang bersama kelenjar limfa regional dapat mengalami kalsifikasi dan tampak sebagai kompleks Ranke pada rontgen toraks. Pada anak atau individu imunokompromais, infeksi primer dapat berkembang menjadi pneumonia, menyebar secara milier, atau menyebabkan meningitis TB yang mengancam jiwa.

Pada sebagian besar orang dengan sistem imun baik, granuloma mampu mengendalikan patogen dan membentuk infeksi laten. Namun, basil dapat menyebar secara limfohematogen ke paru bagian apikal maupun organ lain seperti pleura, kelenjar getah bening, ginjal, tulang panjang, vertebra, dan meninges. Setelah imunitas seluler terbentuk (sekitar 3-8 minggu), basil memasuki fase dorman yang dikendalikan terutama oleh sel T CD4+ dan CD8+.[3,5]

Kavitas pada Tuberkulosis Paru

Bila sistem imun gagal mengendalikan infeksi, akan terjadi infeksi aktif. Granuloma dapat mengalami nekrosis kaseosa, membentuk kavitas yang berhubungan dengan saluran napas dan menjadi sumber utama penularan.

Kavitas mengandung banyak basil yang berkembang biak dan memiliki vaskularisasi buruk, sehingga berisiko memicu resistensi obat. Sekitar 5% individu yang baru terinfeksi akan berkembang menjadi infeksi aktif dalam dua tahun pertama.[3,5]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH

Referensi

3. Tobin EH., Tristram D. Tuberculosis Overview. StatPearl. StatPearls publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441916/
5. Sahra S., Bronze MS. Tuberculosis (TB). Medscape. 2024.

Pendahuluan Tuberkulosis Paru
Etiologi Tuberkulosis Paru

Artikel Terkait

  • Red Flag Keringat Malam
    Red Flag Keringat Malam
  • Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
    Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
  • Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
    Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
  • Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
    Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
  • TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis
    TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 10 Maret 2026, 17:27
Pasien TB dengan riwayat ckd saat minum MDT mengalami nausea hebat dan mengalami nefrotoksisitas.
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter.Ijin bertanya ada pasien dengan CKD stage 3 ec autoimun yang sudah konsumsi imunosupresan >1 tahun positif TB paru.Saat minum MDT mengalami nausea...
Anonymous
Dibalas 02 Maret 2026, 14:50
TBC paru dengan TCM hasilnya tbc indeterminate
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien dengan riwayat batuk berdahak hampir 1 bulan, berat badan banyak turun. Saya cek dahak TCM hasilnya tbc indeterminate...
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2026, 16:02
Batuk darah pada pasien lansia dengan riwayat DM
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Ijin diskusi dok, saya pernah menangani pasien laki laki usia 79 tahun dengan keluhan batuk bercak darah. Keluhan dialami sejak 1 hari sebelum ke...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.