Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Tuberkulosis Paru karyanti 2026-04-29T16:04:25+07:00 2026-04-29T16:04:25+07:00
Tuberkulosis Paru
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Tuberkulosis Paru

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Data epidemiologi menunjukkan bahwa tuberkulosis paru atau TB paru memiliki insidensi yang tinggi di Indonesia, yang mana Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis kedua terbanyak di dunia setelah India. Insidensi tuberkulosis di Indonesia dilaporkan mencapai 382 per 100.000 penduduk. Sementara itu, insidensi global sebesar 131 kasus per 100.000 penduduk per tahun.[6]

Global

Berdasarkan Global Tuberculosis Report yang dipublikasikan oleh WHO, pada tahun 2024 diperkirakan 10,7 juta orang di dunia menderita tuberkulosis, dengan angka insidensi global mencapai 131 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Sebanyak 87% kasus global berasal dari 30 negara dengan beban tuberkulosis tinggi, dengan dua negara penyumbang terbesar yaitu India (25%), dan Indonesia (10%).[6]

Secara demografis, 54% kasus terjadi pada laki-laki, 35% pada perempuan, dan 11% pada anak-anak. Beberapa wilayah menunjukkan kemajuan yang lebih baik, seperti kawasan Afrika (penurunan insidensi 28% dan kematian 46%) serta Eropa (penurunan insidensi 39% dan kematian 49%) sejak 2015.[6]

Indonesia

Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban tuberkulosis tertinggi serta kesenjangan terbesar kedua antara estimasi angka kejadian dan jumlah kasus yang dilaporkan. Berdasarkan pada profil tuberkulosis Indonesia, pada tahun 2024 Indonesia diperkirakan memiliki 1.080.000 kasus baru dengan insidensi mencapai 382 per 100.000 penduduk.

Dari jumlah tersebut, sekitar 33.000 kasus terjadi pada orang dengan HIV, dan sekitar 26.000 merupakan kasus tuberkulosis resisten obat. Dari sisi layanan kesehatan, cakupan pengobatan tuberkulosis pada 2024 mencapai 77% dari estimasi kasus, namun beban ekonomi masih besar.

Profil Kesehatan Indonesia tahun 2024 menyatakan bahwa jumlah kasus tertinggi berasal dari provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kasus tuberkulosis terbanyak ditemukan pada kelompok umur 0-14 tahun sebesar 16,2%, diikuti oleh kelompok umur 45-54 tahun sebesar 15,9 % dan 55-64 tahun sebesar 15,4%.[5,7]

Mortalitas

Berdasarkan Global Tuberculosis Report, diperkirakan 1,23 juta orang meninggal dunia akibat tuberkulosis, dengan case fatality rate mencapai 11,5%. Infeksi tuberkulosis termasuk dalam 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan merupakan penyebab kematian utama akibat satu agen infeksius.

Tren kematian akibat tuberkulosis berbeda menurut status HIV. Kematian pada populasi tanpa HIV sempat meningkat selama pandemi COVID-19, lalu kembali menurun sejak 2022. Sementara itu, kematian tuberkulosis pada orang dengan HIV terus menurun dalam jangka panjang dan telah berkurang 76% sejak 2010.[6]

Berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin pada populasi tanpa HIV, 50% kematian terjadi pada laki-laki dewasa, 34% pada perempuan dewasa, dan 16% pada anak-anak. Pada populasi dengan HIV, proporsi kematian relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan dewasa, dengan sebagian kecil terjadi pada anak-anak.[6]

Sementara di Indonesia, angka kematian akibat tuberkulosis pada 2024 diperkirakan mencapai 118.000 pada populasi tanpa HIV dan 8.100 pada populasi dengan HIV. Tuberkulosis tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi ke-4 di Indonesia pada tahun 2021.[6]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH

Referensi

5. Sahra S., Bronze MS. Tuberculosis (TB). Medscape. 2024.
6. World Health Organization (WHO). 2025 tuberculosis Global report. 2025.
7. Zeid, Hiba; Mosenifat Z. Bronchiectasis. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/296961-overview

Etiologi Tuberkulosis Paru
Diagnosis Tuberkulosis Paru

Artikel Terkait

  • Red Flag Keringat Malam
    Red Flag Keringat Malam
  • Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
    Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
  • Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
    Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
  • Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
    Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
  • TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis
    TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 10 Maret 2026, 17:27
Pasien TB dengan riwayat ckd saat minum MDT mengalami nausea hebat dan mengalami nefrotoksisitas.
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter.Ijin bertanya ada pasien dengan CKD stage 3 ec autoimun yang sudah konsumsi imunosupresan >1 tahun positif TB paru.Saat minum MDT mengalami nausea...
Anonymous
Dibalas 02 Maret 2026, 14:50
TBC paru dengan TCM hasilnya tbc indeterminate
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien dengan riwayat batuk berdahak hampir 1 bulan, berat badan banyak turun. Saya cek dahak TCM hasilnya tbc indeterminate...
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2026, 16:02
Batuk darah pada pasien lansia dengan riwayat DM
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Ijin diskusi dok, saya pernah menangani pasien laki laki usia 79 tahun dengan keluhan batuk bercak darah. Keluhan dialami sejak 1 hari sebelum ke...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.