Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Tuberkulosis Paru karyanti 2026-04-29T16:11:22+07:00 2026-04-29T16:11:22+07:00
Tuberkulosis Paru
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Tuberkulosis Paru

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Dalam hal prognosis, tingkat kesembuhan pada pasien tuberkulosis paru atau TB paru sensitif obat (TB SO) yang mampu menyelesaikan seluruh regimen terapi dapat melebihi 95%. Namun, berbagai faktor dapat memengaruhi keberhasilan pengobatan, termasuk luasnya penyakit, keterlambatan inisiasi terapi, komorbiditas, usia, komplikasi, kebutuhan ventilasi mekanik, adanya resistensi obat, serta kejadian efek samping obat.[3]

Komplikasi

Komplikasi tuberkulosis bergantung pada luas dan organ yang terlibat, serta potensi toksisitas obat antituberkulosis yang digunakan selama terapi. Risiko komplikasi meningkat pada individu yang mengalami dampak sosial-ekonomi seperti kemiskinan, malnutrisi, konflik atau perang, serta pada pasien dengan kondisi imunosupresi atau gangguan sistem imun.

Komplikasi klinis TB dapat melibatkan berbagai sistem organ, termasuk menyebabkan syok septik, obstruksi jalan napas, pneumonia, bronkiektasis, empiema, fistula bronkopleura, hemoptisis, meningitis TB, osteomyelitis, peritonitis, abses ginjal, serta infertilitas.

Selain komplikasi akibat penyakit, obat antituberkulosis juga dapat menimbulkan efek samping signifikan, seperti hepatitis akibat obat, neuritis optik, serta interaksi obat yang kompleks, terutama pada pasien dengan komorbiditas atau yang menerima terapi lain secara bersamaan.[3]

Tabel 1. Efek Samping Obat Antituberkulosis

Efek Samping Kemungkinan Obat Penyebab Terapi
Ruam kulit dengan atau tanpa gatal Streptomycin, isoniazid, rifampicin, pirazinamid Hentikan terapi
Tuli Streptomycin Hentikan streptomycin
Vertigo dan nistagmus Streptomycin Hentikan streptomycin
Hepatitis Streptomycin, isoniazid, rifampicin, pirazinamid Hentikan terapi
Konfusi (curigai gagal hati imbas obat) Hampir seluruh OAT Hentikan terapi
Gangguan penglihatan Etambutol Hentikan etambutol
Syok, purpura, gagal ginjal akut (jarang terjadi; akibat reaksi imunologi) Rifampicin Hentikan rifampicin
Oliguria Streptomycin Hentikan streptomycin
Efek samping ringan, seperti mual dan muntah Seluruh OAT Lanjutkan terapi, pertimbangkan modifikasi dosis

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020.[17]

Prognosis

Jika menyelesaikan seluruh regimen terapi, tingkat kesembuhan pada pasien TB sensitif obat (TB SO) dapat melebihi 95%. Meski begitu, keberhasilan terapi akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti luasnya penyakit, keterlambatan inisiasi terapi, komorbiditas, usia, kebutuhan ventilasi mekanik, adanya resistensi obat, serta kejadian efek samping obat.

Menurut WHO, angka keberhasilan pengobatan adalah 85% pada pasien TB baru dan relaps, 76% pada pasien dengan koinfeksi HIV, dan 57% pada pasien dengan multidrug-resistant TB (MDR-TB). Pengembangan regimen baru diharapkan dapat meningkatkan luaran pada pasien TB resisten obat (TB RO).[3]

Beberapa faktor yang dikaitkan dengan prognosis lebih buruk antara lain keterlibatan ekstraparu, kondisi imunokompromais, usia lanjut, serta riwayat infeksi atau pengobatan TB sebelumnya. Sementara itu, faktor risiko mortalitas meliputi rendahnya respon TNF-α basal terhadap stimulasi, indeks massa tubuh yang rendah, serta frekuensi napas yang meningkat saat diagnosis TB.[5]

Angka Kekambuhan

Berdasarkan studi inventori TB di Indonesia, beban penyakit kasus TB paling tinggi berada pada usia 15 tahun atau lebih yaitu sebesar 80,2%. Kasus terjadi lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dibanding perempuan, dan lebih tinggi di daerah Jawa-Bali, diikuti Sumatera.[14]

Secara global angka kekambuhan dilaporkan berkisar antara 0-14%. Di negara dengan angka insidensi TB rendah, kekambuhan biasanya terjadi dalam 12 bulan pertama setelah terapi selesai dan umumnya disebabkan oleh relaps (reaktivasi infeksi lama). Sebaliknya, di negara dengan beban TB tinggi seperti Indonesia, sebagian besar kekambuhan setelah pengobatan disebabkan oleh reinfeksi.[5]

Studi lokal di salah satu daerah di Yogyakarta melaporkan bahwa dari total pasien TB yang dianalisis, angka kekambuhan mencapai 6,18%. Rata-rata waktu terjadinya kekambuhan adalah sekitar 17 bulan setelah pasien menyelesaikan pengobatan pertama. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berhasil menyelesaikan terapi, namun risiko kekambuhan tetap ada dalam periode dua tahun pertama pasca pengobatan.[15]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH

Referensi

3. Tobin EH., Tristram D. Tuberculosis Overview. StatPearl. StatPearls publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441916/
5. Sahra S., Bronze MS. Tuberculosis (TB). Medscape. 2024.
14. Liza Munira S., Suriani Simarmata O., Muhammad Noor Farid M., Ariyati R., Jusniar Ariati M., Silalahi A., et al. Laporan Hasil Studi Inventori Tuberkulosis Indonesia 2023-2024. 2024.
15. Kedokteran Masyarakat B., Sukmaningtyas N., Rintiswati N., Andono Ahmad R., Biostatistik D., Kesehatan Populasi dan., et al. Prediktor faktor kekambuhan tuberkulosis di kabupaten Bantul Predictors of tuberculosis recurrence in the district of Bantul.
17. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PNPK Tata Laksana Tuberkulosis. 2020.

Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru
Edukasi dan Promosi Kesehatan Tu...

Artikel Terkait

  • Red Flag Keringat Malam
    Red Flag Keringat Malam
  • Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
    Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
  • Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
    Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
  • Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
    Perbedaan PCR GeneXpert MTB/RIF Konvensional dan Ultra untuk Diagnosis Tuberkulosis – Artikel Terkini!
  • TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis
    TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 10 Maret 2026, 17:27
Pasien TB dengan riwayat ckd saat minum MDT mengalami nausea hebat dan mengalami nefrotoksisitas.
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter.Ijin bertanya ada pasien dengan CKD stage 3 ec autoimun yang sudah konsumsi imunosupresan >1 tahun positif TB paru.Saat minum MDT mengalami nausea...
Anonymous
Dibalas 02 Maret 2026, 14:50
TBC paru dengan TCM hasilnya tbc indeterminate
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien dengan riwayat batuk berdahak hampir 1 bulan, berat badan banyak turun. Saya cek dahak TCM hasilnya tbc indeterminate...
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2026, 16:02
Batuk darah pada pasien lansia dengan riwayat DM
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Ijin diskusi dok, saya pernah menangani pasien laki laki usia 79 tahun dengan keluhan batuk bercak darah. Keluhan dialami sejak 1 hari sebelum ke...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.